Mereka Dibalik Pemenangan Calon Kepala Daerah (3)

0
351 views

Mulai dari Ulama Kharismatik hingga Politikus Kawakan

Para pendukung  mulai memacu energi masing-masing untuk mendapatkan suara di pilkada Kabupaten Pandeglang. Yang paling menarik tentunya  antara politikus dengan ulama yang masing-masing memiliki dukungan berbeda.

ADIB FAHRI – Pandeglang

Pilkada Pandeglang akan menjadi pesta demokrasi paling menarik di Banten. Ajang ini  akan menjadi pembuktian kekuatan politik  dua kubu, yaitu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati  Irna Narulita-Tanto Warsono Arban (petahana) dengan Thoni Fathoni Mukson-Miftahul Tamamy.

Pasangan Thoni-Imat mempercayakan mesin politiknya kepada Eli Mulyadi. Lelaki yang pernah menempuh pendidikan di SMEAN Rangkasbitung itu bukan nama baru di dunia politik Banten. Politikus yang menyelesaikan Magister Akuntasi di Universitas Pancasila, Jakarta, itu boleh dibilang orang yang sarat pengalaman politik.

Bagaimana tidak, selama lima tahun sejak 2009 sampai 2014 menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Hanura. Melalui partai besutan Wiranto itu, dia kembali menduduki kursi parlemen di Banten pada 2014-2018 sebagai ketua Fraksi Hanura, meskipun sempat tersandung persoalan internal partai, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan memandang sebelah mata Eli.

Selain Eli, pasangan penantang petahana ini  juga mendapatkan dukungan dari politikus lain seperti anggota DPR RI Fraksi PPP Iip Miftahul Khoiry  dan  tokoh lainnya.

Segudang prestasi dan pengalaman di dunia politik itulah yang menjadikan Eli didapuk sebagai ketua tim pemenangan Thoni-Imat.  “Intinya dengan sudah ditetapkan sebagai paslon nomor urut 2, Thoni-Imat siap diberikan amanah sebagai lokomotif perubahan di Pandeglang. Suksesi bupati baru Pandeglang sebuah ikhtiar politik menjawab persoalan di Pandeglang sehingga tidak terjadi lagi disparitas pembangunan  dengan kabupaten kota lain di Banten,” katanya.

Eli mengaku tidak mempersoalkan perbedaan perolehan kursi pendukung di parlemen terhadap paslon dukungannya. Kata dia, hal tersebut tidak bisa dijadikan jaminan menjadi pemenang di pilkada. “Kami walaupun diusung dua partai PKB dan PPP dan didukung partai nonparlemen tidak gentar menghadapi petahana yang diusung koalisi besar. Itu menambah energi baru untuk membuktikan bahwa kami walaupun tidak didukung mayoritas parpol tapi Insyaallah mendapat dukungan mayoritas masyarakat,” katanya.

Keputusan berbeda diambil paslon petahana Irna Narulita-Tanto Warsono Arban. Keduanya sepakat menunjuk seorang ulama di Banten sebagai ketua tim pemenangan. Lelaki itu adalah KH Ulung Hardilani. Ia adalah seorang tokoh agama yang cukup makan asam garam di dunia organisasi keagamaan di Pandeglang dan Banten.

Ditunjuknya KH Ulung  bukan tanpa alasan mengingat Pandeglang merupakan Kota Sejuta Santri Seribu Ulama yang notabene masyarakatnya manut terhadap ulama dan umaro.

KH Ulung bukanlah orang baru  di Pandeglang. Pria kelahiran 12 Maret 1943 itu memiliki segudang pengalaman dan pandai menjalankan roda organisasi. Bagaimana tidak, pria bergelar Sarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Syekh Mansyur Pandeglang pada 1991 itu pernah menjadi kepala MTs  MII Cidangiang pada 1982 hingga 2003. Selain itu, ulama kharismatik itu juga menjadi Kepala Departemen Agama (sekarang Kemenag) Pandeglang 2003-2005. Bukan hanya itu, dia juga pernah menjadi Ketua MUI Kabupaten Pandeglang tahun 1981, Ketua BWI dan pengasuh Pesantren Nurul Hidayah Cidangiang.

Selain mendapatkan dukungan ulama, Irna-Tanto juga diusung sembilan partai besar yakni Partai Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, PDIP, NasDem, PAN, PBB, dan Perindo dengan perolehan 39 kursi di parlemen atau menyisakan 11 kursi bagi pasangan Thoni-Imat.

KH Ulung  mengaku sudah mempersiapkan strategi agar menjadi pemenang Pilkada Pandeglang. “Kita sudah siapkan dan tim sudah bergerak dan turun ke masyarakat. Kita melakukan dengan cara yang santun dan sesuai dengan aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Ulung optimistis paslon dukungannya menjadi pemenang. Keyakinan itu, kata dia, atas dasar keberhasilan Irna-Tanto dalam membangun Pandeglang selama empat tahun terakhir dan akan dilanjutkan di periode selanjutnya. “Kita yakin bisa menjadi pemenang. Tetapi kita juga tidak boleh terlalu berlebihan, kita tetap bergerak bersama dan menjaga kekompakan,” katanya.(*)