Mereka yang Bersedia Menjadi Ketua Tim Sukses (1)

0
163 views

Di Pilkada Cilegon, dari Politikus hingga Pengusaha

Selain faktor personalitas pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, sosok ketua tim pemenangan juga memiliki andil sangat penting dalam meraih suara masyarakat. Siapa saja mereka?

BAYU MULYANA – Cilegon

Sebagai pemimpin “pasukan,” ketua tim pemenangan dipastikan mempunyai kapasitas dalam mengelola potensi serta meracik strategi demi kemenangan sangat kandidat. Mereka adalah para pejuang untuk memenangkan kandidat yang mereka dukung.

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati-Sokhidin mendapuk Isro Miraj sebagai ketua tim pemenangan.

Di dunia politik, Isro merupakan sosok berpengalaman. Ia telah menjadi anggota DPRD Kota Cilegon sejak tahun 2014 hingga saat ini. Pria yang dikenal sebagai pengusaha itu juga kini menjabat sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Ciwandan.

Diluar politik, ia pernah malang melintang di sejumlah organisasi. Saat ini ia masih menjabat sebagai konsultan Forum Komunikasi Guru Tenaga Honorer (FKGTH), Dewan Pembina Badak Banten, dan Dewan Pembina Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB).

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua LSM Aliansi Masyarakat dan Pemuda Kepuh (Ampuh), Pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Cilegon, pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, dan Sekretaris Himpunan Pengusaha Ciwandan.

“Yang mendorong saya mau menjadi ketua tim, pertama karena sebagai kader Golkar. Kemudian saya juga ingin menjadikan Golkar sebagai partai pemenang tak hanya di pileg tapi juga pilkada,” ujarnya.

Untuk meraih suara sebanyak-banyaknya untuk Ati-Sokhidin, Isro bersama tim sudah mempunyai jurus. Salah satunya dengan berinteraksi dengan masyarakat.

“Ajian” menyapa itu tak hanya dilakukan oleh tim pemenangan, tapi juga elemen-elemen lain, seperti jaringan tim relawan.

“Sudah didata ada 48 kelompok relawan, ada yang tiap-tiap kecamatan ada juga yang tingkatan kota,” ujarnya.

Pasangan calon lain, Iye Iman Rohiman-Awab mendapuk politisi senior Sahruji sebagai ketua tim pemenangan.  Sahruji merupakan sosok lama di dunia politik di Cilegon. Bersama Partai Golkar ia pernah menduduki jabatan sebagai anggota DPRD Kota Cilegon. Ia juga pernah menduduki jabatan sebagai kepala desa di Kecamatan Pulomerak.

Kini, Sahruji masih tercatat sebagai Ketua Kadin Kota Cilegon. Ia juga menduduki jabatan strategis di sejumlah organisasi. Di antaranya Ketua Masyarakat Cinta Masjid (MCM) Banten, Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Banten, dan Wakil Ketua Bravo Provinsi Banten.

Disinggung alasan dukungannya kepada Iye-Awab, Sahruji  menilai pengusaha asal Kecamatan Ciwandan itu dianggap sebagai sosok yang mempunyai kapasitas memimpin. “Soal strategi tidak akan saya umbar, yang pasti saya dan tim akan bekerja semaksimal mungkin,” ujar Sahruji pada kesempatan deklarasi Iye-Awab.

Memilih sosok yang berpengalaman dalam politik sebagai ketua tim pemenangan juga dilakukan oleh pasangan Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta. Ia memilih Amal Irfanuddin.

Amal saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi Keuangan Industri Teknologi dan Lingkungan Hidup DPW PKS Propinsi Banten. Politkus ini pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cilegon selama dua periode, bahkan ia berhasil menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD di periode keduanya.

Untuk memenangkan pasangan Helldy-Sanuji,  Amal dan tim tak hanya mengandalkan struktur atau potensi yang dimiliki partai, tapi juga jaringan tim relawan.

Publikasi visi misi serta janji kampanye Helldy-Sanuji yang dilakukan secara massif saat ini adalah salah satu strategi untuk menarik simpatik masyarakat. “Tentu strategi lainnya adalah kampanye, kita lakukan dengan medsos, juga mempertemukan kandidat kita ke masyarakat,” tuturnya.

Amal menilai mempertemukan kandidat dengan masyarakat tetap dilakukan di masa pandemi Covid-19 karena masyarakat lebih menyukai saat dikenalkan langsung dengan kandidat calon. Namun untuk melakukan hal itu, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Jika tiga kandidat dari parpol  memilik sosok berpengalaman di dunia politik praktis, berbeda dengan pasangan calon dari jalur perseorang Ali Mujahidin-Firman Mutakin. Pasangan ini  memilih Sekjen DPD Al-Khairiyah Kota Cilegon Ahmad Munji sebagai ketua tim pemenangan.

Munji mengaku hanya Al-Khairiyah organisasi yang ia geluti. Namun sebagai satu-satunya ketua tim pemenangan yang belum memiliki pengalaman politik praktis, Munji mengaku optimistis bersama tim bisa berkompetisi di pilkada ini.

“Kami kan teamwork, tidak mengandalkan person. Yang kami bangun adalah kebersamaan dan kekeluargaan. Tentunya segala sesuatu keputusan merupakan pemikiran banyak orang yang mempunyai pengalaman politik yang mumpuni juga,” paparnya. Ia mengaku mau mengemban amanah sebagai ketua tim sukses karena ingin berjuang dalam perubahan Kota Cilegon menuju pemerintahan yang bersih dan masyarakat sejahtera. (bam/alt)