Mertua Bangun Rumah, Menantu Sibuk Sama Janda (Bag 1)

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Sahban (56), nama samaran, sangat kecewa dengan mantunya, sebut saja Gondres (29). Ia menilai Gondres adalah mantu kurang ajar dan tidak tahu diri. Bagaimana tidak, ketika Sahban membangunkan rumah untuk Gondres, sang mantu malah selingkuh dari anaknya. Padahal Sahban sedang berusaha membuat rumah tangga mantu dan anak perempuannya lebih bahagia.

Walah walah walah, ini baru namanya mantu kurang ajar. Gara-gara itu, Sinta (30), nama samaran istri Gondres sekaligus anak perempuan Sahban, melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. “Percuma saya perjuangkan rumah tangga Sinta dan Gondres. Saya buatkan rumah untuk dia, eh anak saya malah diselingkuhi. Sakit sekali hati saya ini,” kata Sahban.

Pasangan tersebut kini telah resmi bercerai. Kabarnya, Gondres tengah gigit jari dan menyesali kesalahannya. Namun kabar itu tidak lagi ditanggapi Sahban. Sebab kekecewaannya kepada Gondres sangatlah tinggi. “Marah saya kepada Gondres, sampai ubun-ubun. Sampai kapan pun saya tidak bisa memaafkannya karena telah menyakiti hati anak saya,” kata pria berkumis ini.

Perceraian Gondres dan Sinta terbilang cepat. Sebab selama proses berlangsung Gondres tidak pernah muncul di persidangan. Tampaknya Gondres bukannya malas untuk datang ke pengadilan. Melainkan takut kepada Sahban yang memang tengah mengincar kepalanya.

“Ini persoalan hati, jengkel saya sangat besar kepadanya. Sepertinya dia takut bertemu saya di Pengadilan Agama. Sebab semua orang sudah tahu, kalau saya ketemu dia akan saya patah-patahkan tulangnya,” turut Sahban yang berprofesi sebagai pengusaha pertambangan ini.

Sahban yang juga seorang pendekar di kampungnya mengatakan, pernikahan Gondres dan Sinta sejak awal memang bermasalah. Sinta yang lebih tua dari Gondres dinikahi lantaran hamil di luar nikah. Ini terjadi ketika keduanya masih menganyam bangku SMA. Gara-gara hal tersebut, Sinta dan Gondres terpaksa dikeluarkan pihak sekolah dan dinikahkan secara paksa oleh kedua orangtua.

“Sejak awal, hubungan mereka memang terjalin karena masalah. Kalau awalnya saja bermasalah, pasti berakhir dengan masalah juga,” tutur Sahban menggebu-gebu.

Usai dinikahkan, Sahban meminta Sinta tetap tinggal di rumahnya bersama Gondres. Memiliki mantu Gondres, Sahban sempat mencoba mendidiknya untuk menjadi pengusaha. “Saya sempat tes dia. Saya beri modal untuk usaha. Maksud saya agar bisa mandiri. Kalau sukses, anak saya pasti bahagia,” katanya.

Gondres menerima uang modal itu, kemudian ia membuka bengkel motor. Namun bengkel itu tidak pernah maju, malah sering mengalami kerugian. Setelah diusut, ternyata usaha Gondres bukannya selalu merugi. Namun modal dan keuntungan usaha bengkel sering dipakai untuk main perempuan. “Waktu itu saya pernah dengar kalau si Gondres doyan perempuan. Tapi itu hanya sebatas isu, jadi saya enggak terlalu memusingkan,” katanya.

Usaha bengkel motor Gondres benar-benar tidak bisa bertahan lama. Karenanya Sahban mengajari sang mantu untuk menjalani usaha seperti dirinya. Gondres lalu diajak Sahban ke lokasi pertambangan. Di sana Sahban mengajarkan Gondres cara menjalankan usaha pertambangan.

Beberapa bulan berlalu, Gondres mulai paham dengan dunia usaha pertambangan. Melihat ada potensi pada diri Gondres, Sahban lalu memberikan proyek agar dijalankan Gondres. Sang mantu lalu dilepas Sahban. Hasilnya, ternyata Gondres memang ada bakat sebagai bos pertambangan.

Gondres akhirnya mulai bisa mencari penghasilan sendiri. Lambat laun ia mulai membeli mobil dan motor. Namun ada yang aneh di mata Sahban. Sebab hasil keringat Sahban tidak terlihat menempel di tubuh Sinta dan dua cucunya. “Mantu saya sudah bisa beli mobil, tapi anak saya kok tidak diperhatikan. Jangankan membelikan emas, bajunya yang dipakai saja masih sama. Tidak ada yang baru,” tuturnya. Bersambung…