Mesin ATM di PCI Dibobol, Rp630 Juta Raib

SERANG – Mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sebuah minimarket lingkungan Pondok Cilegon Indah (PCI), Blok D Nomor 2A, Nomor 5-6, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dibobol maling, Sabtu (14/9) dini hari. Uang tunai sebesar Rp630 juta berhasil dikuras pelaku dari mesin ATM.

Informasi yang diperoleh Radar Banten, pelaku mulai beraksi Jumat (13/9) sekira pukul 23.00 WIB. Aksi itu dilakukan usai minimarket tutup. Pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang itu masuk ke dalam minimarket melalui atap bangunan.

Kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) sempat merekam aktivitas kedua pelaku di dalam minimarket. Sadar aktivitasnya terekam, dua unit kamera pengintai yang terpasang di dalam bangunan tersebut dirusak pelaku.

Diperkirakan sindikat itu memakai mesin las, linggis, pisau, dan obeng untuk melancarkan aksinya. Diduga mesin ATM itu berhasil dijebol setelah beberapa jam kemudian. Usai dijebol, seluruh uang di mesin ATM dikuras pelaku. Diduga pelaku kabur kembali melalui atap bangunan. “Ada dua pasang sandal yang kami temukan di atap. Ukurannya satu kecil dan besar,” kata sumber Radar Banten di lingkungan Polsek Kramatwatu, Minggu (15/9).

Aksi pencurian itu baru diketahui, ketika pegawai minimarket membuka rolling door minimarket atau sekira pukul 06.30 WIB. Dia kaget mendapati mesin ATM telah rusak. “Saat pegawai Indomaret masuk, bau gas masih tercium. Kami duga pelaku selesai membobol ATM tersebut pada waktu subuh,” katanya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Kramatwatu. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Di lokasi, polisi menemukan dua buah tabung gas, selang las, dua buah linggis, sebilah pisau, dan dua buah obeng yang diduga milik pelaku.

“Barang bukti itu mungkin sengaja ditinggal oleh pelaku usai mengambil uang dari dalam mesin ATM,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan adhitira mengaku, kasus pencurian itu masih diselidiki Polsek Kramatwatu. “Yang tangani Polsek (Kramatwatu-red),” singkatnya, Minggu (15/9).

Namun, hingga kemarin (15/9), panggilan dan pesan singkat Radar Banten yang dikirimkan ke Kapolsek Kramatwatu AKP Raden M Sofian tidak direspons.(mg05/nda/ira)