Meski Pantai di Banten Rutin Telan Korban Jiwa, Jumlah Penjaga Pantai Masih Minim

Penjaga pantai

SERANG – Meski setiap tahun pantai di Banten seperti di Anyer Kabupaten Serang, Cilegon, Carita Kabupaten Pandeglang dan Sawarna Kabupaten Lebak selalu menelan korban jiwa akibat terseret arus ombak, namun hingga tahun ini jumlah tenaga penjaga pantai masih sangat minim. Bahkan di hari biasa, cenderung tidak ada penjaga pantai sama sekali. Kecuali para penjaga dari relawan Balawista.

Namun relawan Balawista juga jumlahnya belum cukup untuk menjaga para pengunjung yang jumlahnya mencapai ribuan saat masa libur panjang dan ratusan saat libur akhir pekan atau pun hari biasa.

Menurut Humas Balawista Provinsi Banten, Lulu Jamaludin mengatakan, jumlah relawan Balawista di Banten yang aktif saat ini sebanyak 120 relawan, dan jumlah tersebut menurutnya masih jauh dari ideal. Idealnya dibutuhkan 500 relawan. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya penjaga pantai dari pihak pemerintah.

“Sampai sekarang saya belum dengar dan ketemu penjaga pantai dari pemerintah, seharusnya ada kalau wisata di Banten mau maju,” papar Lulu, Senin (18/7).

Sikap acuh pemerintah terhadap pentingnya penjaga pantai menurut Lulu pun terlihat dari dukungan fasilitas penyelematan terhadap relawan Balawista. “Bantuan peralatan aja di Carita sama Cinangka, dari Kalimantan dan Australia, dari pemerintah kabupaten atau provinsi belum ada,” ujarnya.

Dengan kejadian terakhir tujuh wisatawan yang tenggelam di kawasan Anyer dan Cilegon, Lulu berharap dijadikan pelajaran oleh pemerintah agar mulai memperhatikan keselamatan wisatawan dan tenaga penyelamatnya. “Balawista sendiri, rencana tahun depan akan melakukan pelatihan penyelamatan untuk relawan agar memberikan rasa aman ke pengunjung,” katanya.

Untuk diketahui, peristiwa wisatawan tenggelam kembali terjadi di kawasan wisata Pantai Anyer, Kabupaten Serang, dan Cilegon, Banten kemarin Minggu (17/7). Tiga orang terseret ombak sekitar pukul 09.45 WIB pagi. Kejadian berawal saat ketiga korban sedang asyik mandi di Pantai Ambon, Desa Bandulu Anyer. Ketiganya adalah Rizki (23), Cecep (29) warga Tangerang Permai dan Agung Priyanto (20) warga Kampung Pasrandu, Kecamatan Curug, Tangerang.

Tiba-tiba ombak besar menghantam ketiganya sehingga langsung terseret arus. Rizki dan Cecep berhasil diselamatkan petugas SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serang. Namun nahas bagi Agung Priyanto, yang hilang dalam gulungan ombak.

Semakin sore jumlah pun bertambah. Sampai sekarang pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan, dari Balawista, Basarnas, Polair, BPBD, dan masyarakat. (Bayu)