Metode Pelatihan Paskibra Agar Dibenahi

Jasra Putra

TANGERANG – Komisioner Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Divisi Wasmonev, Jasra Putra menghargai hasil penyelidikan kepolisian yang menyatakan tak ditemukan unsur kekerasan dalam kematian Aurel. “Kami menghargai penyelidikan tersebut. Tapi, kami berharap tetap dilakukan otopsi,” ucapnya saat konferensi pers di Mapolres Tangsel, Selasa (13/8).

Sementara, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan meninggalnya Aurel karena keletihan, bisa saja terjadi. “Meski sakit, namun karena faktor semangat, kondisi itu tak dirasakan Aurel,” sebutnya.

Pria yang akrab Kak Seto ini menginginkan proses pelatihan Paskibra dibenahi. Dibuat sistem yang bisa membuat anak-anak Paskibra punya waktu istirahat yang cukup. “Jadi, anggota Paskibra diberikan waktu istirahat, setelah menjalani pelatihan yang padat,” terangnya.

“Beban membuat buku diary dikurangi. Sehingga waktu istirahat cukup setelah seharian melakukan latihan dari pagi sampai sore,” tandasnya.

Sebelum konferensi pers, pagi harinya sekira pukul 10.00 WIB, Walikota Airin Rachmi Diany, Kapolres AKBP Ferdy Irawan, Kak Seto, Komisioner KPAI Jasra Putra, perwakilan Dispora, Purna Paskibra Indonesia (PPI) Tangsel dan pelatih Paskibra dari unsur TNI dan orangtua Aurellia Qurrotain (16) bertemu di Balaikota Tangsel, Kecamatan Ciputat. (you/asp)