Microplanning Ditenggat 17 November

0
291 views

Persiapan Pemberian Vaksin Covid-19

SERANG – Provinsi Banten mendapatkan jatah 8.131.798 vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Sebelum disebar, Pemprov Banten melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 sejauh ini tengah menyusun microplanning yang masuk dari kabupaten/kota. Penyerahan microplanning ini ditenggat oleh Dirjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 17 November.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, microplanning perlu disusun sebelum disebar ke delapan kabupaten/kota. “Ada empat hal yang harus disusun. Microplanning itu terdiri dari jumlah sasaran; jumlah pos pelayanan vaksin; dan jumlah vaksinator, tenaga kesehatan, dan kader. Selain itu, microplanning itu juga terdiri dari jumlah ketersediaan coldbox dan coldchain,” papar Ati yang juga Kepala Dinkes Provinsi Banten, kemarin.

Seperti diketahui, vaksin tersebut rencananya akan dibagikan ke masyarakat secara bertahap mulai Desember nanti. Untuk  tahap pertama jumlah vaksin yang akan dibagikan sebanyak 63.536 vaksin dan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Selain tenaga kesehatan, Satpol PP dan TNI/Polri sebagai garda terdepan juga akan menjadi prioritas pemberian vaksin itu.

Ati mengatakan, pihaknya memang telah mendapatkan sosialisasi langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait vaksin belum lama ini. Jatah vaksin yang diberikan untuk Banten tidak akan didistribusikan sekaligus tetapi secara bertahap. Vaksin yang ada saat ini hanya aman bagi masyarakat dengan usia di atas 18 tahun sampai 60 tahun. Sedangkan, vaksin untuk masyarakat di atas 60 tahun belum tersedia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy sebelumnya menyatakan, setelah data microplanning dari kabupaten/kota masuk Pemprov melakukan validasi pada 12 sampai 16 November. Setelah itu, maka akan dilaksanakan microplanning ke Dirjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 17 November.

Andika mengatakan, distribusi vaksin tahap pertama dari Kemenkes ke Dinkes Provinsi Banten akan dilakukan Desember mendatang. Kemudian akan didistribusikan langsung ke kabupaten/kota. “Pelaksanaan vaksinasi akan berlangsung pada Desember sampai Januari nanti,” ujarnya.

BELUM DAPAT JATAH

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang M Ikbal mengatakan, hingga kini belum bisa memastikan jatah jumlah vaksin Covid-19 yang dialokasikan untuk Kota Serang. Kata dia, pihaknya tengah menyusun perencanaan vaksinisasi rencana mulai Desember. “Terkait vaksin saya sudah mengutus tim untuk rapat perencanaan, tetapi saya belum menerima laporan secara utuh,” ujarnya, kemarin.

Kata dia, pihaknya tidak bisa menyampaikan karena itu bantuan langsung dari pemerintah pusat, bukan dari APBD Kota Serang. “Kita hanya mengatur tenaga kesehatan bagaimana pembagaian vaksinya bisa merata. Rencananya nanti kita akan menggerakan semua tenaga medis di masing masing puskesmas untuk membagikan vaksin,” terangnya.

Ikbal berharap ketika vaksin Covid-19 telah ada, akan segera mendistribusikan kepada masyarakat siapa saja yang akan mendapatkan vaksinasi Covid-19. “Akan ada upaya pencegahan dengan bentuk vaksin. Pada prinsipnya saya berharap masyarakat Kota Serang dapat semua,” katanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang, drg Agus Sukmayadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan untuk melakukan vaksinisasi. “Kuota belum dapat ditentukan karena pendataan belum selesai dan belum ditetapkan,” katanya.

Meski demikian, kata dia, vaksinisasi akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu. Karena, pihaknya ingin melindungi nakes yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Sehingga diharapkan lebih optimal dalam penanganan terhadap masyarakat,” ujarnya.

TUNGGU PETUNJUK

Pemkab Pandeglang sampai saat ini masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Pemprov Banten terkait rencana penggunaan vaksin Covid-19. Rencananya, pemberian vaksin pertama dilakukan untuk para pegawai Pemkab.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, saat ini instansinya masih melakukan perencanaan penyebaran dan penggunaan vaksin virus corona tersebut. “Kita sedang menyiapkan microplanning untuk menghitung sasaran atau target yang akan diberikan imunisasi vaksin Covid-19,” katanya, kemarin.

Dewi mengatakan, rencananya pemberian vaksin akan dilakukan kepada petugas pelayanan publik, kelompok orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus corona, masyarakat yang pernah kontak langsung atau erat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Pemberian vaksin dilakukan untuk tenaga Kesehatan, TNI, Polri, satpol PP. Karena pelaksanaannya bertahap,” katanya.

Dewi menerangkan, sebelum memberikan vaksin, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat dan para pegawai mengenai rencana tersebut. “Sebelum pelaksanaan Imunisasi vaksin, kami akan melaksanakan sosialisasi yang masif mengenai vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Asda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Ramadani mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai petunjuk penggunaan vaksin tersebut. “Belum ada informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat dan Pemprov Banten terkait pelaksanaan imunisasi vaksin Covid-19. Kalau sudah ada petunjuknya, pasti kita persiapkan dan ditindaklanjuti,” katanya.

Ramadani mengaku, sejauh ini semua tenaga kesehatan di Pemkab Pandeglang telah bersiap untuk menggunakan dan memberikan vaksin kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. “Kegiatan imunisasi udah merupakan hal yang biasa buat tenaga kesehatan mah, SDM kita cukup bisa kita mobilisasi tenaga kesehatan yang ada di semua puskesmas,” katanya.(nna-fdr-jek-dib/air)