Foto Ilustrasi : fixabay/JPNN

MIKE Mohede meninggal dunia dalam usia yang masih muda, 32 tahun. Penyanyi berbadan tambun itu dikabarkan terkena serangan jantung.

Peristiwa ini bisa menjadi pelajaran mengenai pentingnya check up atau pemeriksaan kesehatan.

Wakil Ketua PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB, menjelaskan, check up merupakan suatu upaya untuk mendeteksi adanya kelainan yang terjadi pada tubuh kita, walaupun belum timbul gejala.

“Karena ada beberapa keadaan sakit yang memang hanya dapat diketahui kalau kita melakukan check up misal pemeriksaan laboratorium. Penyakit-penyakit yang bisa dideteksi dengan pemeriksaan kesehatan antara lain penyakit kencing manis (DM), kadar kolesterol tinggi dan trigliserida yang tinggi, kadar asam urat yang tinggi, hipertensi dan gangguan jantung,” katanya dilansir JPNN.
Selain pemeriksaan skrining awal, lanjut pengajar di Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, University of Indonesia, ini, adanya kemungkinan kanker dapat dideteksi dengan pemerisaan laboratorium, foto dada serta USG abdomen.

Oleh karena itu, saran dia, bagi mereka yang berumur diatas 40 tahun dan tidak pernah check up apalagi dengan berbagai faktor resiko seperti umur di atas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida, diabetes mellitus (DM), riwayat keluarga dengan sakit jantung, kurang olah raga rutin dan stres dianjurkan untuk segera check up.

“Saat ini jika kita mengalami obesitas, indeks masa tubuh lebih dari 30 kg/m2, maka sebenarnya kita berisiko dengan berbagai penyakit apalagi kalau ternyata kita juga mempunyai kadar kolesterol tinggi, sudah terjadi hipertensi, apalagi kalau juga mempunyai kebiasaan merokok dan minum alcohol,” paparnya.

Bagaimana mengenali sesuatu yang tidak beres pada tubuh kita? Dijelaskan, sebenarnya kita bisa mendeteksi kalau ada sesuatu yang tidak beres pada organ tubuh kita. Sesak nafas, lelah yang tidak seperti biasanya, nyeri di dada terutama dada kiri, nyeri di daerah ulu hati setelah atau saat melakukan aktifitas olah raga tertentu merupakan gejala yang harus kita amati dan tentu dievaluasi lebih lanjut.

Pemeriksaan treadmill, merupakan salah satu skrining yang bisa mengidentifikasi adanya permasalahan pada jantung kita.

“Pada waktu pemeriksaan treadmill, kita akan melakukan aktivitas jalan dan secara bertahap berlari dimana aktivitas jantung akan direkam dengan EKG dan tentu dipantau tekanan darah serta nadi dan keluhan lain yang muncul selama kegiatan treadmill tersebut,” ulasnya.

Treadmill test (TMT) merupakan salah pemeriksaan check up penting yang harus dijalankan bagi mereka yang berumur di atas 40 tahun. Sehingga adanya kelainan jantung dapat diidentifikasi lebih awal.

“Apalagi bagi mereka yang mempunyai faktor risiko seperti, laki-laki, umur diatas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida, DM, riwayat keluarga dengan sakit jantung, kurang olah raga dan stres seperti yang saya sebutkan di atas tadi. Pemeriksaan laboratorium dasar seperti darah perifer lengkap, kadar gula darah, kadar lipid darah antara lain kadar kolesterol tinggi, LDL, HDL dan trigliserida. Hanya dengan pemeriksaan laboratorium kita mengetahui apakah kita kadar gula darah kita tinggi atau kadar kolesterol tinggi,” terangnya.

Ditekankan bahwa tidak ada proses penyakit yang terjadi tiba-tiba tetapi manifestasi klinisnya bisa tiba- tiba. “Cuma masalahnya gangguan kesehatan harus diidentifikasi dengan pemeriksaan, check up merupakan hal penting yang harus rutin dilakukan, sehingga kita tidak akan terkejut bila ada kematian mendadak yang terjadi di sekitar kita,” pungkasnya. (sam/JPNN)