Minat Baca Masyarakat Lebak Masih Rendah

RANGKASBITUNG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Lebak menggelar bedah buku dengan judul Rahasia Penulis (Bukan Sekedar Tips Menulis) karya Gol A Gong, Rabu (16/10). Bedah buku diharapkan dapat menumbuhkan minat baca masyarakat yang masih rendah.

Pantauan Radar Banten di hall kantor DKP Lebak, para guru, pelajar, dan mahasiswa antusias mengikuti kegiatan bedah buku yang dilaksanakan DKP Lebak. Hadir dalam kegiatan tersebut penulis buku Gol A Gong, Kepala DKP Lebak Asep Komar Hidayat, dan sejumlah pejabat DKP Lebak.

Kepala DKP Lebak Asep Komar Hidayat menyatakan, bedah buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi di Lebak. Karena itu, dia hadirkan langsung penulis buku Rahasia Penulis (Bukan Sekedar Tips Menulis) Gol A Gong. Harapannya, pendiri rumah dunia tersebut dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada para guru, pelajar, dan mahasiswa di Lebak untuk menjadi penulis.

“Tidak hanya itu, kita pun ingin meningkatkan minat baca masyarakat Lebak. Sekarang, minat baca masyarakat baru diangka 35 persen atau masih rendah,” kata Asep Komar Hidayat usai pembukaan bedah buku di kantor DKP Lebak.

Selain bedah buku, DKP Lebak juga melakukan kunjungan ke taman bacaan masyarakat (TBM), menggelar perpustakaan keliling, dan menyosialisasikan pentingnya membaca kepada masyarakat. Harapannya, dua atau tiga tahun ke depan, minat baca masyarakat Lebak meningkat menjadi 40 sampai 50 persen.

“Peningkatan minat baca diyakini akan memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Dengan membaca masyarakat akan tahu dan dengan menulis mereka akan membaca dua kali,” terangnya.

Di Banten, lanjutnya, Lebak patut berbangga, karena Perpustakaan Saidja Adinda yang dikelola DKP Lebak menjadi yang terbaik. Bahkan, TBM di Desa Warung Banten pernah menjadi juara satu TBM atau perpustakaan tingkat desa. Artinya, Lebak lebih maju dibandingkan dengan kabupaten kota lain di Banten dalam pengelolaan perpustakaan. Bahkan, gedung perpustakaan di Lebak cukup unik, karena berbentuk leuit (lumbung padi masyarakat Baduy).

“Perpustakaan Saidja Adinda memiliki koleksi buku yang cukup banyak dan bangunannya pun cukup baik. Lokasi perpustakaan yang bersebelahan dengan Museum Multatuli dan Alun-alun Rangkasbitung menjadikan tempat ini ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Lebak dan Banten,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak ini juga berinovasi dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan budaya literasi di daerah. Salah satunya, yakni dengan menyelenggarakan kemah api literasi. Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan yang antusias dari berbagai kalangan masyarakat di 28 kecamatan.

“Saya optimistis minat baca masyarakat Lebak akan terus meningkat,” ungkapnya. (Mastur)