Minat Warga Lebak Ikut Program Transmigrasi Terhalang Kuota

0
125
radarbromo.jawapos.com

LEBAK – Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak menyebutkan minat warga untuk mengikuti program transmigrasi masih sangat tinggi. Akan tetapi minat itu terhalang oleh kuota program tersebut yang sangat minim.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Lebak Maman Suparman mengakui, kuota transmigrasi tahun ini sangat minim. Untuk Provinsi Banten hanya sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK). Kouta ini pun nantinya akan dibagi untuk lima kabupaten/kota.

“Ya, memang setiap tahunnya banyak warga Lebak yang mendaftar untuk mengikuti program transmigrasi. Namun karena kuotanya minim, banyak warga yang tidak bisa berangkat,” ungkap Maman, Senin (2/8).

Menurut Maman, setiap tahunnya warga Lebak selalu mengikuti program transmigrasi. Program ini dianggap cukup baik untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat yang kesulitan meningkatkan taraf perekonomiannya.

“Tentunya, sebelum diberangkatkan para calon trasmigran ini mendapat bekal pelatihan terlebih dahulu, sehingga saat berada di wilayah transmigran mereka tahu apa yang harus dilakuakan,” katanya.

Maman mengatakan, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, ada ratusan KK di Kabupaten Lebak telah diberangkatkan ke luar daerah.

Mereka mengikuti program transmigrasi, ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Riau.

“Dari ratusan KK yang telah mengikuti program transmigrasi hingga tahun lalu, kini sebagian besar mengalami peningkatan ekonomi yang cukup signifikan dibanding di daerah asal. Umumnya, mereka kini bercocok tanam di lahan yang telah disediakan,” katanya.

Maman mengakui, setelah para transmigran diberangkatkan, Pemkab tidak pernah melepas begitu saja warganya. “Kami tidak pernah membiarkan begitu saja. Kita tetap akan pantau mereka (transmigran-red), sampai hidup dalam keadaan yang lebih baik di tempat trasmigrasi,” katanya.

Selain melakukan monitoring ke daerah transmigrasi, kata Maman, kegiatan tersebut juga sekaligus untuk menjaring aspirasi masyarakat transmigrasi asal Kabupaten Lebak. “Dari hasil monitoring biasanya akan diberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan dan juga sesuai kemampuan APBD Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Lebak Yogi Rahmat berharap, warga memanfaatkan program yang diluncurkan Kementerian Daerah Tertinggal dengan baik. Tujuannya, untuk mengubah nasib, ke arah yang lebih baik.

“Saya mendukung program tersebut. Apalagi setelah transmigran diberangkatkan, Pemkab Lebak tidak melepas begitu saja warganya,” katanya. (nce/zis)