Kepala Dishub Banten Revri Aroes.

SERANG – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Revri Aroes mengakui bahwa rambu-rambu lalu lintas di wilayah Banten masih sangat minim. Menurutnya, hal tersebut terbentur oleh anggaran pemerintah provinsi yang terbatas.

“Hampir di semua jalur mudik dan altenatif kurang rambu-rambu. Karena anggaran APBD terbatas, sehingga dilakukan skala prioritas. Saya sudah mengusulkan kepada TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), karena ada di dalam RPJMD sedang memprioritaskan Bank Banten. Jadi kita lakukan sekadarnya, karena terbentur dengan anggaran,” papar Revri, Rabu (22/12/2015).

Revri menambahkan, dari total jalan Provinsi Banten sepanjang sekitar 850 kilometer, penganggaran yang ada tidak bisa mencukupi untuk seluruh jalan tersebut. Bahkan menurutnya, sementara ini anggaran yang ada untuk perbaikan sejumlah rambu- rambu yang mengalami kerusakan.

“Kalau pun dikasih Rp 500 miliar untuk rambu-rambu pasti habis, yang sekarang perbaikan rambu-rambu yang rusak, itu pun cuma 15 persenan,” ujar Revri.

Menurut Revri, rambu-rambu jalan tersebut memiliki peranan pening khususnya terkait keselamatan masyarakat pengguna jalan. Sebagai tanda, rambu-rambu tidak bisa dikesampingkan. “Percuma jalan diperbaiki juga kalau rambu-rambunya tidak ada. Keselamatan pengguna jalan taruhannya khusus nya di titil tertentu misalnya persimpangan atau tikungan,” ujarnya. (Bayu)