Minta Perhatian Pemerintah, Pemeluk Kong Hu Cu Masih Takut?

Net. Toapekong, ritual Kong Hu Cu melepas Dewa Dapur
Net. Toapekong, ritual Kong Hu Cu melepas Dewa Dapur

TANGERANG – Umat Khong Hu Cu di Kota Tangerang ternyata merasa masih belum diakomodir oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya belum dicantumkan nama agama tersebut di setiap kolom kertas. Seperti di sekolah, kantor pelayanan kesehatan, bank, dan pemerintahan.

Akibatnya, perkembangan umat Khong Hu Cu mengalami kendala. Bahkan mereka mengklaim kontribusi umat ini terhadap masyarakat juga ada. Karena itu pemerintah diminta membantu kesulitan umat Khong Hu Cu, terutama pelayanan di bidang birokrasi.

Ketua Majelis Tinggi Agama Khong Hu Cu Indonesia (Matakin) Banten Rudi Guna Wijaya mengatakan, pihaknya mengharapkan pemerintah setempat memberikan perhatian terhadap agama Khong Hu Cu. Karena sampai saat ini umatnya masih mengalami kesulitan dalam mendapat pelayanan. “Pemerintah sepertinya belum familiar dengan agama Khong Hu Cu,” katanya, di sela kegiatan donor darah yang digelar Perkumpulan Boen Tek Bio di Klenteng Khong Cu Bio, Pasar Lama, Sukasari, Minggu (10/1).

Pihaknya mengharapkan pemerintah segera membentuk Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) agama Khong Hu Cu. Adanya struktur itu nanti keingian umat bisa terakomodir.

Ketua Khongcu Bio Tangerang Herlinawati menambahkan, perkembangan umatnya ke depan diharapkan bisa dibantu pemerintah. Terutama mulai dari pemerintahan setempat. Pihaknya juga mengalami kesulitan dalam mendata umat Khong Hu Cu. Itu karena pemeluknya masih takut agama yang diyakininya. “Mereka khawatir agama ini masih diakui atau tidak? Jangan-jangan nanti dihapus lagi,” katanya.

Supaya umat tidak ragu-ragu mengakui agamanya, perlu dibentuk Dirjen Bimas Agama Kongh Hu Cu oleh pemerintah pusat. Sehingga umat merasa nyaman beribadah dan tidak ketakutan lagi.

Sementara dalam menyambut tahun baru Imlek 2567, umat Khong Hu Cu melakukan berbagai rangkaian kegiatan. Seperti kegiatan donor darah di Klenteng Khong Cu Bio dan pembagian sembako kepada warga kurang mampu. Kegiatan pemberian sembako akan dilanjutkan sebelum tahun baru imlek yakni 8 Februari mendatang. Digelarnya kegiatan tersebut juga dalam rangka ulang tahun Perkumpulan Boen Tek Bio ke 104 dan hari persaudaraan. (RB/RBOnline)