Minta Sumbangan, Petugas Kebersihan Diamankan

0
605 views

SERANG – Berdalih sumbangan sukarela, OH (27) meminta penerima bantuan sosial tunai (BST) di kantor Desa Katulisan, Kecamatan Cikuesal, Kabupaten Serang, memberikan sejumlah uang. Atas ulahnya, tenaga kebersihan itu diamankan polisi pada Kamis (9/7) pagi.

“Kita amankan dia (OH-red) sekira pukul 09.30 WIB di kantor Desa Katulisan. Dia (OH-red) yang meminta uang,” kata Kapolsek Cikeusal Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Buchori dikonfirmasi Senin (13/7).

Perbuatan OH ini direkam oleh Fani, warga sekitar. Rekaman itu dengan cepat menyebar melalui pesan WhatsApp. Dalam rekaman itu, terlihat penerima BST meletakkan uang ke dalam kotak kardus bekas air mineral di kantor desa. “Nilainya beragam mulai dari Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu dan Rp20 ribu. Totalnya ada Rp400 ribu,” kata Agus.

Rekaman itu akhirnya diterima oleh petugas Polsek Cikuesal. Petugas yang menduga ada praktik pungutan liar (pungli) itu langsung mendatangi lokasi.

Saat di lokasi, polisi menemukan kardus berisi uang tunai Rp400 ribu. Warga sekitar sempat dimintai keterangan oleh polisi. Dari informasi warga diketahui kardus itu disediakan oleh OH. “Kita amankan kardus berisi uang dan bawa OH berikut yang membuat video dari warga sekitar bernama Fani,” kata Agus.

Hasil interograsi, OH mengakui meminta uang kepada penerima BST untuk kebersihan kantor. “Katanya buat dana kebersihan, Kalau itu belum tahu (adanya dugaan keterlibatan pegawai desa-red) karena keburu dilimpahkan ke Polres (perkara tersebut-red),” kata Agus.

Dikatakan Agus, Kamis (9/7) lalu, sekira 100 orang lebih penerima BST mendatangi kantor Desa Katulisan. Mereka bukan hanya warga Desa Katulisan, tetapi ada juga warga Desa Bantarpanjang dan Desa Dahu.

“Karena mungkin paling banyak di Desa Katulisan makanya penyaluran bantuannya di kantor Desa Katulisan. Jumlahnya kalau tidak salah 160-an (dari Desa Katulisan-red). Kalau dua desa lain tersebut di bawah 100 orang,” kata Agus.

Sementara Kasat Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arief N Yusuf mengatakan, penerima BST itu memberikan uang tersebut atas dasar sukarela. “Bukan pemotongan dana BST. Itu inisiatif warga untuk kebersihan kantor karena habis pembagian itu (dana BST-red) kantor desa kotor. Enggak ada pemaksaan (permintaan uang-red),” kata Arief.

Arief mengatakan setelah melakukan memintai keterangannya, OH telah dipulangkan. Hasil pemeriksaannya OH mengaku tidak diperintahkan oleh ASN. “Unsur pidananya (pungli-red) belum masuk. Tapi ini nanti kita gelarkan bersama dengan Saber Pungli baik dari Kejaksaan dan Inspektorat. Nanti kita pikirkan bersama  (membahas kasus tersebut-red). Dalam waktu dekat ini (koordinasi Saber Pungli Kabupaten Serang-red),” tutur Arief. (mg05/nda)