Minuman Berenergi Picu Batu Ginjal?

BILA Anda menyukai minuman berenergi, mulai sekarang bijaklah dalam mengonsumsinya karena banyak studi yang menyatakan bahwa minuman berenergi tak banyak bermanfaat.

Bahkan, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah batu ginjal.

Bagaimana batu ginjal terbentuk?

Batu ginjal merupakan endapan kristal mineral dengan konsistensi keras. Jika ukurannya besar, batu ini bisa menimbulkan rasa nyeri hingga kolik (rasa nyeri yang amat sangat yang hilang timbul di daerah usus atau sekitarnya).

Nyeri akibat batu ginjal biasanya terasa sebagai nyeri pinggang, yang bisa menjalar hingga ke selangkangan.

Pembentukan batu ginjal dipicu oleh banyak faktor dan kondisi. Batu ginjal bisa terbentuk saat komposisi cairan tubuh, mineral, dan derajat keasaman urine tidak seimbang, atau saat jumlah zat pembentuk kristal, yakni kalsium, asam urat, dan oksalat di dalam urine meningkat.

Pembentukan batu ginjal ini dipercepat saat seseorang kurang minum sehingga mengalami dehidrasi. Kadar cairan di dalam urine pun berkurang sehingga tidak cukup untuk melarutkan endapan kristal mineral, yang pada akhirnya saling menempel dan membentuk batu ginjal.

Minuman berenergi memicu batu ginjal?

Jenis batu ginjal yang paling sering ditemukan yaitu batu kalsium oksalat, yaitu hingga 70 persen, yang mana sumber utamanya adalah minuman berenergi dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda.

Kacang-kacangan, bayam, dan cokelat pun mengandung oksalat, tapi dalam jumlah yang lebih sedikit.

Ini perlu menjadi perhatian sebab produk minuman berenergi umumnya tak mencantumkan kadar oksalat pada label kemasan. Sekilas, komposisi minuman berenergi tampak wajar dan aman untuk kesehatan karena umumnya hanya tertulis kandungan stimulan seperti kafein, ginseng atau guarana, serta sejumlah karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, dan beberapa mineral.

Perlu diketahui bahwa oksalat yang didapat dari makanan dan minuman menyumbangkan 50 persen kadar oksalat di dalam urine. Jadi, bila Anda mengonsumsi minuman berenergi secara berlebihan, serta minum minuman dan makanan lain yang mengandung oksalat, maka peluang Anda untuk mengalami batu ginjal akan meningkat.

Peluang terbentuknya batu ginjal ini pun akan meningkat jika Anda tidak cukup minum air putih. Konsumsi air putih secara cukup dapat membantu melarutkan oksalat di dalam urine.

Minuman berenergi juga dapat memicu batu ginjal karena menyebabkan dehidrasi. Ini disebabkan oleh kandungan kafein di dalamnya, yang membuat Anda menjadi sering buang air kecil.

Kandungan kafein di dalam 240 mL minuman berenergi berkisar antara 80-300 mg. Jadi, bila Anda juga mengonsumsi kopi, teh, minuman bersoda, atau makanan lain yang mengandung kafein, risiko dehidrasi pun akan semakin meningkat.

Efek lain minuman berenergi pada kesehatan

Selain bisa memicu pembentukan batu ginjal, konsumsi minuman berenergi yang berlebihan juga dilaporkan bisa menyebabkan gagal ginjal akut.

Bahkan, sebuah laporan kasus dari Amerika Serikat menemukan adanya peningkatan tekanan darah saat istirahat yang signifikan pada orang dewasa muda sehat, yang kerap mengonsumsi salah satu produk minuman berenergi.

Kondisi ini diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

Dengan adanya potensi berbagai dampak negatif ini, bisa disimpulkan bahwa minuman berenergi tidak aman? Ya dan tidak. Jawabannya tergantung dari jenis produk yang dipilih dan seberapa banyak Anda mengonsumsinya.

Bila Anda masih ingin mengonsumsi minuman berenergi, pastikan produk tersebut telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah memiliki cap Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, batasi pula konsumsinya.

Dengan begitu, Anda tetap bisa memperoleh manfaat dari minuman berenergi tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Jika Anda merasakan munculnya batu ginjal, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (RN/RVS/JPNN)