Miris! 10 Pelajar di Cilegon Gunakan Narkoba

Konsumsi Pil Dobel L dan Dobel Y

0
74
Obat Ilegal
Ilustrasi/Inet

CILEGON – Sepuluh pelajar di Kota Cilegon positif menyalahgunakan obat-obatan terlarang. Jika dulu ramai merek tramadol dan hexymer, kini muncul lagi obat jenis baru yang disalahgunakan. Yaitu dobel L dan dobel Y dalam bentuk pil.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon, ada sepuluh pelajar yang telah menyalahgunakan konsumsi pil dobel L dan dobel Y. Dari sepuluh pelajar, sembilan orang pelajar SMA dan satu orang pelajar SMP. Data tersebut merupakan data terbaru 2018.

Tidak hanya pelajar saja, sebelum Ramadan lalu, BNN Kota Cilegon juga telah berhasil menjaring sekitar 12 orang pemuda usia 21-25 tahun di Lingkungan Kenanga, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang. Mereka yang terjaring dalam operasi tersebut adalah para pekerja.

Kepala BNN Kota Cilegon AKBP Asep M Jaelani mengatakan, semuanya sudah proses rehabilitasi. “Para korban penyalahgunaan konsumsi pil dobel L dan dobel Y beralasan, untuk menjaga stamina dan membuat perasaan lebih tenang,” katanya kepada Radar Banten, kemarin (18/7), usai memberikan penyuluhan bahaya narkoba di kantor Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.

Asep menjelaskan, kalau sudah mengonsumsi obat tersebut, korban akan ketagihan dan merasa ingin mengonsumsi lagi. “Jadi, sangat membahayakan tubuh yang meminumnya,” jelas Asep.

Kata Asep, peredaran pil dobel Y dan dobel L memang sepertinya belum marak. Lantaran itu, masyarakat tidak familier mendengarnya. “Tapi, di beberapa daerah tertentu dua pil tersebut sudah beredar. Selain sudah merambah dan membidik masyarakat Cilegon, dua pil berbahaya tersebut juga sudah beredar di Malang,” imbuh Asep.

Dikatakan Asep, pil dobel L digunakan untuk mengobati penderita penyakit parkinson. Parkinson merupakan salah satu penyakit syaraf yang menyebabkan penderitanya mengalami tremor atau gerakan tak terkendali pada tangan. “Pil dobel L ini jika dikonsumsi secara sembarangan, dapat berdampak terhadap susunan saraf penting dalam tubuh dan bisa mengakibatkan berhalusinasi bagi yang meminumnya,” kata Asep.

Asep mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika membeli pil yang tidak diketahui asal usulnya. “Sekarang ini sudah sering terjadi obat untuk menyembuhkan satu penyakit, tapi ternyata disalahgunakan,” imbau Asep.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi BNN Kota Cilegon dr Ineke Ekowati menjelaskan, sedangkan untuk pil dobel Y itu mengandung senyawa trihexyphenidyl. “Dampaknya salah satunya bisa membuat korban yang menyalahgunakan pil dobel Y menjadi gelisah. Salah satu bisa berhalusinasi,” jelas Ineke.

Diketahui bahwa pil dobel Y ini digunakan untuk mengatasi gejala ekstrapiramidal, baik akibat penyakit parkinson atau efek samping obat seperti antipsikotik. Gejala ekstrapiramidal tersebut antara lain tremor, tubuh kaku, gerakan tidak normal dan tidak terkendali pada wajah maupun anggota tubuh lainnya.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) SDM BNN Kota Cilegon Wempy Wijaya menambahkan, sampai saat ini belum bisa diketahui dari mana pil dobel L dan dobel Y tersebut disuplai. “Kalau tanya kepada korban yang menyalahgunakan, katanya sih dari Tangerang. Tapi, tidak tahu juga persisnya dari mana,” tambah Wempy.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban, mereka membeli pil tersebut sekira Rp3.000 untuk satu butir pil. “Kadang mereka sekali beli Rp30.000. Jadi, sekitar sepuluh butir pil sekali beli,” tandasnya. (Umam/RBG)