Miris, Gedung Sekolah Dasar di Lebak Ini Terancam Longsor

Sekolah Longsor
Kepala SDN 1 Kalanganyar, Rosniana menunjukkan kantor guru yang atapnya rusak dan telah dikosongkan karena terancam longsor. (Foto: Mastur)

KALANGANYAR – Sungguh memprihatinkan, gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kalanganyar terancam longsor. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kantor guru sekolah tersebut telah dikosongkan sejak satu bulan lalu.

Berdasarkan pantauan Harian Radar Banten, Sabtu (6/2/2016), kondisi kantor guru SD negeri di Kampung Pasir Madang, Desa/Kecamatan Kalanganyar, itu sudah rusak. Kepala sekolah dan guru pindah dari bangunan yang telah berusia 20 tahun itu. Mereka menggunakan ruang perpustakaan sebagai kantor.

Kepala SDN 1 Kalanganyar Rosniana menjelaskan, kantor guru dikosongkan setelah atap bagian belakangnya ambruk akibat disapu angin kencang. Kendati kantor guru telah dipindahkan, para guru dan orangtua siswa tetap khawatir karena longsor juga mengancam ruang kelas VI SDN 1 Kalanganyar. Saat ini, ruang kelas itu masih tetap digunakan, meskipun dindingnya retak-retak.

“Ruang kelas enam dan bekas kantor (guru-red) terancam longsor. Tebing di bawahnya, sudah kami usulkan kepada Dindikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak) untuk diturap,” kata Rosniana.

Dia mengakui, usulan itu sudah direspons oleh Dindikbud. Beberapa waktu lalu, konsultan mengecek dan mengukur tebing yang rawan longsor di sebelah SDN 1 Kalanganyar. “Kalau enggak segera diturap, kami takut bekas kantor guru dan ruang kelas enam ambruk. Jelas membahayakan anak-anak,” paparnya.

Rosniana menginformasikan, jumlah siswa di sekolahnya ada 294 anak. Pihaknya telah melarang seluruh siswa SDN 1 Kalanganyar bermain di bawah tebing, di samping ruang kelas VI dan bekas kantor guru. Mereka selalu diarahkan untuk bermain di lapangan dan ruang kelas agar lebih aman. “Kami selalu awasi anak-anak ketika bermain waktu istirahat,” jelasnya.

Hendrik, salah satu guru SDN 1 Kalanganyar, membenarkan tentang ancaman terhadap ruang kelas VI dan bekas kantor guru di sekolahnya. “Anak-anak kelas VI enggak nyaman ketika belajar. Mereka waswas, ruang kelasnya ambruk terkena longsor,” jelasnya.

Hendrik berharap, Dindikbud juga memperbaiki bekas kantor guru yang rusak parah yang terletak persis di bibir tebing. Bangunan yang telah dikosongkan itu mengancam penghuninya jika dipaksakan untuk tetap ditempati.

“Mudah-mudahan turap dan perbaikan kantor guru dapat direalisasikan sehingga perpustakaan dapat difungsikan sesuai peruntukannya,” harap Hendrik. (RB/tur/don/dwi)