Miris, Pengemudi Ojol Dibantai Geng Remaja

Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho (tengah) menunjukkan celurit yang menjadi barang bukti pengeroyokan oleh geng remaja Gang Salak hingga menewaskan Steven (22) di Mapolres Tangsel, Selasa (23/4).

SERPONG – Satreskrim Polresta Tangsel mengekspos kasus tawuran dua geng remaja yang menewaskan satu orang, Selasa (23/4). Polisi berhasil menciduk tujuh remaja dari geng Gang Salak, Kelurahan Pondokbenda, Kecamatan Pamulang. Ketujuh tersangka itu adalah BTG (16), FJR (17), RDW (17), Tedy (18), Tanto (21), Farhan (20), dan Jamet (19).

Mereka diduga terlibat pengeroyokan hingga menewaskan Steven Saulus Kevin (22), pengemudi ojek online dengan 33 luka tusukan. Diduga, Steven merupakan anggota geng remaja Parung Benying, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat. Korban merupakan warga Jalan Suka Bakti I, RT 04, RW 06, Seruaindah, Ciputat.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bukit Raya, Kecamatan Ciputat, Jumat (19/4) lalu, sekira pukul 01.30 WIB. Tawuran tersebut melibatkan dua geng Parung Benying, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat dengan geng Gang Salak, Kelurahan Pondokbenda, Kecamatan Pamulang.

Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho menyatakan, sebanyak tujuh pelaku tawuran berhasil dibekuk dari total 14 orang yang terlibat. Dibeberkan AKP Ahmad, peran para tersangka ada yang menjadi joki dan membacok korbannya. ”Aksi ini, bermula dari media sosial Facebook. Salah satu anggota kelompok Gang Salak bernama Panji (DPO) menghubungi kelompok Parung Benying untuk melakukan aksi tawuran,” katanya.

”Setelah massa kelompok Gang Salak kumpul dan dilengkapi senjata tajam akhirnya mendatangi lokasi yang telah dijanjikan,” tambahnya.

Kala itu, korban (Steven-red) bersama kedua temannya menemui geng Gang Salak tersebut. Sampai akhirnya, cekcok mulut dan para tersangka langsung membacok Steven di bagian punggung kiri kanan, kepala sisi kanan, belakang kepala sisi kiri, dada kiri, pinggul kiri dan kanan, serta bagian telapak kanan serta kiri korban. ”Korban yang tak berdaya hanya tergeletak di pinggir jalan. Korban akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Tapi nyawanya tak tertolong. Hasil visum, terdapat 33 luka tusukan senjata tajam,” jelasnya.

”Para tersangka kita kenakan pasal 340 dan atau 338 dan atau 170 ayat 2 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan berencana dan atau menghilangkan nyawa orang lain serta kekerasan di muka umum yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati,” tukasnya.

Rekan korban, Pandu Febriansyah menjelaskan, saat geng Gang Salak datang, dia bersama kedua temannya termasuk korban tengah asyik minum kopi. ”Tiba-tiba datang 14 orang dengan tujuh sepeda motor,” katanya.

”Mereka (tersangka-red) adu mulut dengan Steven. Tak lama, aksi menjurus pengeroyokan dan membacok korban secara berulang-ulang ke tubuh korban. Melihat kejadian tersebut, kita berdua langsung melarikan diri,” tandasnya. (you/asp/sub)