Miris! Sudah Lumpuh, Warga Lebak Peundey Tinggal di Gubuk Reyot

0
87
Sejumlah warga melihat kondisi Samanan yang tinggal di gubuk reyot Kampung Lebak Peundey, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Selasa (19/9). Bapak dua anak ini berharap dalam waktu dekat bisa keluar dari penderitaannya. FOTO: DOK WARGA UNTUK RADAR BANTEN

MALINGPING – Samanan (46), warga Kampung Lebak Peundey, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, tinggal di gubuk reyot sejak sepuluh tahun lalu. Dua kakinya mengalami kelumpuhan sehingga tidak bisa bekerja. Untuk makan, lelaki ini hanya mengandalkan belas kasihan kerabat dan warga sekitar.

Kepada wartawan, Samanan mengaku sudah beberapa tahun lalu dirinya mengalami kelumpuhan. Akibat itu, tentu saja membuatnya tidak bisa beraktivitas. Karenanya, Samanan pun hanya tinggal di gubuk reyot yang menjadi tempat tinggalnya, sambil mengharapkan belas kasihan warga sekitar. “Saya enggak bisa ke mana-mana. Tiap hari saya hanya duduk dan terbaring di gubuk ini,” kata Samanan, kemarin.

Sebelum lumpuh, lelaki yang berprofesi sebagai petani itu sempat memiliki istri. Dia dikaruniai dua orang anak dari pernikahannya tersebut. Setelah resmi bercerai, dua anaknya memilih untuk ikut dengan mantan istrinya itu. Karena itu, Samanan tinggal sendirian di gubuk yang tidak layak huni tersebut. “Saya sudah enggak bisa ke mana-mana. Kalau dulu, saya bisa jadi buruh tani untuk mencari nafkah. Tapi, sekarang saya hanya berharap belas kasihan dari orang lain,” ungkapnya.

Samanan mengaku, sering kedatangan warga yang memberikan makanan dan minuman. Beberapa hari lalu, relawan kemanusiaan datang untuk menyerahkan bantuan makanan. Mereka berjanji untuk mengurus administrasi kependudukannya agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk berobat. “Masyarakat memiliki kepedulian terhadap nasib saya di sini. Mereka banyak membantu,” paparnya.

Kepala Desa Sumberwaras Usup Supardi membenarkan tentang kondisi Samanan yang tinggal di gubuk reyot. Kondisi warganya itu cukup memprihatinkan karena kedua kakinya mengalami kelumpuhan. Usup berkomitmen untuk mengupayakan bantuan rumah dan biaya kesehatan untuk orang tersebut. “Saya prihatin melihat kondisi Samanan. Dia sebelumnya tinggal berpindah-pindah,” terangnya.

Usup menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah membantu Samanan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap hari, akunya, ada saja warga yang mengantarkan makanan dan minuman ke gubuk itu. “Semoga ke depan Samanan dapat bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Kasihan dia lumpuh dan tinggal di gubuk tidak layak huni,” katanya. (Mastur/RBG)