Mitigasi Kebencanaan Diharapkan Masuk Kurikulum

Gempa Sumbar
Foto ilustrasi. (dok.Jawapos.com)

PANDEGLANG – Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kecamatan Cimanuk, Munawar berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan tentang mitigasi kebencanaan agar dimasukan dalam kurikulum sekolah dasar (SD).

Dia menilai, kebijakan tersebut sangat penting, guna penguatan mental dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Apalagi negara kita, khususnya di Pandeglang merupakan daerah yang berpotensi bencana. Ada banjir, longsor dan lainnya,” kata Munawar kepada Radar Banten, Jumat (2/8).

Dia mengatakan, penanganan masalah kebencanaan merupakan kewajiban bersama. Sikap itu, kata Munawar, sama sekali tidak mengenal batas usia. “Semua elemen dapat duduk bersama untuk mencari solusi sebelum terjadi, sedang terjadi dan setelah terjadi bencana. Kenapa persiapan mental perlu disiapkan? Agar, musibah dianggap bukan sebuah bencana, tapi sebuah pelajaran agar dapat terhindar sehingga tidak ada korban,” katanya.

Munawar menjelaskan, teori dan praktik mitigasi mengandung unsur penyadaran akan adanya ancaman bencana, maka sangat penting ditanamkan sejak dini. “Sehingga anak didik telah memahami dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika tidak terjadi bencana,” katanya.

Dihubungi melalui telepon selular, Camat Cimanuk Nuriah mengakui penanaman mitigasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini. “Tujuannya guna mengurangi risiko bencana. Mempersiapkan mental masyarakat, sehingga tidak trauma pada saat melewati bencana dan musibah lainnya yang disebabkan oleh faktor alam,” katanya. (her/zis)