Mobil Eks Gubernur Ratu Atut Laku Rp352 Juta

SERANG – Pemprov Banten melelang barang milik daerah (BMD) sebanyak 73 kendaraan dinas (randis) roda dua dan empat dan dua paket alat perlengkapan kantor (APK). Dari 73 randis itu, satu diantaranya adalah randis yang digunakan mantan gubernur Ratu Atut Chosiyah dengan merk Land Cruiser seharga Rp352 juta.

Dari lelang yang dilakukan melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang, Pemprov mampu meraup Rp1.369.990.446. Angka itu lebih tinggi dari harga limit yang ditetapkan yakni senilai Rp519.394.000. Pengumuman lelang digelar di kantor Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, KP3B.

Kepala Seksi Penggunaan dan Pemanfaatan Aset Daerah BPKAD Provinsi Banten Rahmat Pujiatmiko mengatakan, lelang BMD dilakukan sebagai langkah penghapusan aset milik Pemprov. “Metode lelang dilakukan karena aset yang akan dihapus masih memiliki nilai ekonomis,” ujar Rahmat, Rabu (7/8).

Untuk metode, Rahmat mengatakan, terdiri atas dua jenis yaitu e-auction atau seluruhnya melalui internet serta e-konvensional. Sementara lelang untuk randis juga dibagi dua, ada yang dilelang satuan dan ada yang sistem paket.

Ia menuturkan, barang yang dilelang seluruhnya laku. Bahkan, nilai penerimaan Pemprov dari lelang cukup tinggi. Dari nilai limit atau minimal penawaran senilai Rp519.394.000, Pemprov meraup Rp1.369.990.446. Adapun perinciannya, nilai penerimaan dari 70 unit randis yang dilelang melalui e-auction diperoleh total Rp869.090.466.

Rahmat menguraikan, lelang randis mobil satuan sebanyak 24 unit laku Rp673.014.702. Randis mobil paket enam unit laku Rp60.000.090. Lalu randis motor satuan sebanyak enam unit terjual Rp35.075.675 dan yang paket dengan 34 unit laku Rp100.999.999.

Sedangkan, untuk lelang BMD berupa tiga unit randis roda empat dengan metode e-konvensional, Pemprov berhasil menambah pemasukan ke kas daerah senilai Rp434 juta, yang salah satu di dalamnya adalah mobil yang bekas digunakan Atut. “Selanjutnya dari metode e-konvensional juga untuk lelang APK total diperoleh pemasukan Rp66.900.000. Perinciannya, APK satu Rp39 juta dan APK dua sebesar Rp27.900.000,” ungkapnya.

Plt Kepala BPKAD Provinsi Banten Dwi Sahara mengatakan, lelang BMD merupakan kegiatan rutin tahunan. Dari setiap penyelanggaraannya, Pemprov selalu memeroleh hasil di atas harga limit. “Lelang aset hasilnya selalu menggembirakan, selalu di atas nilai limit yang ditetapkan,” tuturnya.

Ia menjamin, tidak ada rekayasa dalam proses lelang karena seluruhnya dilakukan melalui sistem tertutup. Sementara untuk pemenang lelang diberikan waktu selama lima hari kerja setelah penetapan untuk melakukan pelunasan. “Tidak ada main mata, ini sepenuhnya menjadi kewenangan KPKNL. Kami tidak bisa ikut campur,” tegasnya. (nna/alt/ags)