SERANG – Mobil pembawa ayam setiap hari terlihat di Jalan Raya Jakarta-Serang, Kabupaten Serang. Mobil itu mengangkut ratusan ayam untuk dikirim ke beberapa industri pengolah ayam siap saji di wilayah Cikande dan lainnya. Baunya yang semilir khas kotoran unggas, membuat pengendara yang kebetukan beriringab enggan berlama-lama di samping muatan ayam tersebut barang semenit pun.
Yang membuat mobil pengangangkut ayam itu bau berasal dari kotoran yang menumpuk.

Seperti Tatang Sunjaya, warga Serang, tak ingin berdekatan di samping truk berisi ayam berwarna putih itu.

“Kalau deket berusaha tahan napas. Tutup hidung. Baunya itu loh, bikin gagal fokus,” terangnya, Kamis (17/8).

Ia mengatakan bila bertemu mobil muatan ayam, ia akan mendahului mobil tersebut supaya tidak terjebak dari aroma bau yang menggelitik hidung.

“Pokonya menghindar. Tancap gas. Beda lagi kalau lagi macet, ngga bisa ngapa-ngapain selain merasakan aroma khasnya, lagian ngga mungkin kan dipakein pewangi pada mobilnya, nanti malah baunya makin aneh,” tuturnya.

Sementara Nia, warga Ciruas, juga tak kuasa merasakan aroma bau ayam tersebut. Setelah tercium bau, kemudian dengan spontan menutup hidungnya baik dengan tangan atau masker.

“Karna nggak bisa menghindar dari mobil ayam, apalagi kalau terjebak macet. Aku akan tetep menutup hidung untuk melindungi kesehatan tubuh aku dan terpaksa menahan napas dari bau-bau itu,” ujarnya, Kamis (17/8). (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).