Mobil Proyek di Cikande-Rangkasbitung Membahayakan

SERANG – Kendaraan proyek yang melintasi Jalan Cikande-Rangkasbitung dikeluhkan warga. Puluhan kendaraan besar yang lalu lalang itu dinilai membahayakan masyarakat.

Warga Kecamatan Jawilan Rohyadi mengatakan, kendaraan besar itu sudah berlalu lalang di Jalan Cikande-Rangkasbitung sejak beberapa bulan lalu. Kendaraan itu memadati jalur perlintasan Cikande-Rangkasbitung. “Semakin hari semakin banyak jumlahnya,” katanya.

Ia mengatakan, kendaraan itu merupakan kendaraan angkutan salah satu proyek di Rangkasbitung. Kendaraan itu memuat hasil galian salah satu proyek. “Pelat nomornya juga kebanyakan F,” ujarnya.

Selain mengganggu lalu lintas, kata dia, kendaraan proyek itu juga setiap hari berhenti di sepanjang Jalan Cikande-Rangkasbitung setiap pulul 15.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Banyaknya kendaraan yang berhenti di sempadan jalan itu membuat jalan semakin sempit.

Bahkan, lanjut dia, karena banyaknya kendaraan yang berhenti di sempadan jalan sudah menimbulkan korban kecelakaan. “Mobil-mobil itu kan sampai nutupin pertigaan, jadi enggak kelihatan keluar masuk kendaraan,” ucapnya.

Ia meminta instansi yang berwenang untuk menertibkan kendaraan-kendaraan proyek tersebut. Karena sangat membahayakan bagi masyarakat dan pengendara. “Harusnya jangan parkir sembarangan, kadang dari siang sampai pagi lagi parkir di pinggir jalan,” keluhnya.

Terkait itu, Kapolsek Jawilan Iptu Yusuf Dwi Atmodjo mengatakan, pihaknya harus memastikan dulu lokasi parkir kendaraan proyek itu di wilayah mana. Karena, jalur tersebut terbagi ke dalam tiga wilayah hukum yakni Polsek Cikande, Polsek Jawilan, dan Polsek Kopo. “Untuk di wilayah perbatasan Kopo-Jawilan sudah kita ingatkan,” katanya.

Berdasarkan pantauan Polsek Jawilan, kata dia, parkir kendaraan proyek itu paling banyak ada di wilayah Kecamatan Cikande dan Kecamatan Kopo. Namun, jika ada yang di wilayah hukumnya, pihaknya akan menindaklanjuti. “Kalau ternyata adanya di wilayah Cikande dan Kopo, nanti akan saya sampaikan ke polseknya masing-masing,” katanya. (jek/zee/ags)