Mobil Rombongan Kondangan Masuk Parit, Satu Tewas

Mobil pikap L300 yang mengalami kecelakaan tunggal di Gunungbelah, Desa Cirendeu, Kecamatan Cilograng, menjadi perhatian masyarakat, kemarin.

CILOGRANG – Mobil pikap L-300 dengan nomor polisi A 8695 PH yang dikemudikan Bambang mengalami pecah ban di tanjakan Gunungbelah, Desa Cirendeu, Kecamatan Cilograng, pada Senin (3/9) sekira pukul 8.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, satu orang penumpang tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, kendaraan tersebut merupakan angkutan rombongan ibu-ibu asal Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, yang akan menghadiri resepsi pernikahan di Jampang Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Namun, kendaraan bak terbuka mengalami pecah ban di tanjakan Gunungbelah, Desa Cirendeu, Kecamatan Cilograng. Lalu kendaraan yang dikemudikan Bambang oleng dan menabrak bahu jalan.

Nahas, mobil tersebut tidak berhenti dan akhirnya masuk ke jurang dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Mobil tersangkut di antara pepohonan yang ada di pinggir jalan. Warga dan pengendara yang melintas di lokasi kecelakaan tunggal langsung mendekat dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Cilograng.

Para korban kecelakaan itu ialah Ijong Nurhefik (51), Cahya (2), Pasa (17), Rio (10), Ayu (40), Cucu (18), dan Bambang (33) mengalami luka ringan. Sementara satu orang penumpang luka berat, yakni Eva (32) dan Marni (45) meninggal dunia.

Kepala Desa Cirendeu Herdiana menyatakan, kendaraan bak terbuka yang mengalami kecelakaan tunggal di Gunungbelah merupakan rombongan yang akan kondangan ke Pelabuhan Ratu. Mereka semua berasal dari Desa Muara. Di lokasi kejadian, ban depan sebelah kanan pecah sehingga mobil menjadi oleng dan menghantam bahu jalan. Mobil kemudian masuk jurang dan tertahan di antara pepohonan.

“Staf desa dan masyarakat Cirendeu membantu pihak kepolisian melakukan evakuasi terhadap korban. Kondisinya cukup memprihatinkan karena ada yang patah tulang kaki dan meninggal dunia,” kata Herdiana kepada Radar Banten, kemarin.

Korban kecelakaan, lanjutnya, langsung dibawa ke Puskesmas Cilograng untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, kendaraan yang mengalami kecelakaan masih belum dievakuasi dari TKP.

“Saya prihatin dengan musibah yang menimpa rombongan undangan dari Wanasalam. Kita minta kepada pengendara untuk berhati-hati ketika melintas di tanjakan Gunungbelah karena di sana rawan kecelakaan,” paparnya.

Kapolsek Cilograng Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suparwono membenarkan telah terjadi kecelakaan tunggal yang terjadi di tanjakan Gunungbelah. Kendaraan tersebut melaju dari arah Bayah menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Di TKP, kendaraan yang dikemudikan Bambang mengalami pecah ban sehingga membuat sopir banting setir ke kanan. Beruntung, tidak ada kendaraan dari arah berlawanan. Namun, kendaraan tersebut tetap melaju dan akhirnya masuk jurang.

“Kita langsung datang ke TKP setelah menerima laporan dari masyarakat. Di sana kita lakukan evakuasi korban dan memintai keterangan saksi-saksi,” jelasnya.

Suparwono menyatakan, pihak kepolisian fokus menangani korban yang kini sudah mendapatkan perawatan di puskesmas. Untuk kasus kecelakaan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi di lapangan dan saksi korban. “Sopirnya sendiri mengalami luka ringan di bagian pelipis sebelah kanan. Semuanya sudah ditangani tim medis di Puskesmas Cilograng,” katanya. (Mastur/RBG)