Mobil Tangki Pertamina Tabrak Empat Kios di Petir

Mobil pengangkut BBM milik Pertamina menabrak empat kios di Jalan Raya Petir-Serang, Kampung Sawo, Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, Senin (10/9).

PETIR – Mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina menabrak sedikitnya empat kios di Jalan Raya Petir-Serang, Kampung Sawo, Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Senin (10/9). Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 05.30 WIB. Mobil dengan nomor polisi B 9263 SEH melaju dari arah Warunggunung menuju Petir. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga mengantuk dan akhirnya menabrak sebanyak empat kios. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Pantauan Radar Banten, Senin (10/9), kondisi kios yang mengalami kerusakan akibat peristiwa itu, di antaranya warung nasi padang, bengkel motor, kios reparasi jok, dan toko parfum. Kerusakan paling parah terjadi pada kios reparasi jok dan bengkel motor. Bahkan, kios reparasi jok hampir rata dengan tanah. Barang-barang di dalamnya nyaris tidak ada yang bisa diselamatkan. Sementara, toko parfum dan warung nasi padang mengalami retak cukup parah pada bagian tembok luar dan dalam.

Pemilik toko parfum Nunung Kurniasih mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 05.30 WIB. Saat itu dirinya sedang ada di belakang rumah. Tiba-tiba terdengar suara benturan sangat keras seperti ledakan. Ia mengira itu adalah gempa bumi. Dirinya langsung lari keluar rumah. Namun, saat ia buka pintu tidak terlihat apa-apa karena tertutup debu tebal akibat reruntuhan puing bangunan. “Ternyata mobil Pertamina nabrak kios saya,” katanya saat ditemui di kediamannya, di Kecamatan Petir, Senin (10/9).

Setelah mengetahui ada kecelakaan, dirinya berteriak. Warga sekitar langsung mencari sopirnya untuk dimintai pertanggungjawaban. Namun, ternyata sopir masih berada di dalam mobil dengan kondisi terjepit. Sementara, rekan satunya berada di belakang jok sedang tertidur. Setelah ditanya, ternyata yang mengemudi adalah kernet. “Sopir yang sebenarnya tidur di bagian jok belakang karena ngantuk. Mungkin pas gantian sama kernet. Dia (kernet-red) juga ngantuk,” ujar Nunung.

Akibat peristiwa itu, kios yang mengalami kerusakan tidak bisa lagi digunakan untuk berjualan. Beruntung, kata dia, saat peristiwa itu tidak ada satu orang pun yang berada di depan kios sehingga tidak ada yang menjadi korban. “Kalau ada orang saja, sudah mati itu mah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Serang Ipda Ayu Tiara Kanchika mengaku, sudah mendapatkan informasi terkait insiden tersebut. “Kami langsung melakukan evakuasi pada mobil Pertamina itu,” katanya.

Kata dia, mobil pengangkut BBM itu dalam kondisi kosong dan melaju dari arah Warunggunung menuju Petir. Setibanya di lokasi mobil oleng ke kiri dan menabrak empat kios. Dugaan sementara sopir mengantuk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta,” tandasnya.

Menanggapi peristiwa itu, Unit Manager Communication Jawa Bagian Barat PT Pertamina Dian Haspari Firasati menyatakan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Terutama kepada para pemilik kios yang tertabrak.

Informasi yang diperolehnya, sebelum menabrak, mobil tangki setelah melakukan pengiriman ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3442303, 3442314, dan 3442313 di Kabupaten Lebak. “Jadi, mobil tangki dengan nomor polisi B 9263 SEH itu dalam keadaan kosong saat perjalanan untuk kembali ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Gerem. Menabrak pohon mangga dan deretan ruko yang berada di pinggir jalan tepatnya empat kios,” jelasnya.

Pihak Pertamina, tambah Dian, merasa sangat prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut. “Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemilik kios. Kami pun berterima kasih kepada pihak kepolisian Serang yang telah membantu kami untuk proses evakuasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan saat ini tim Pertamina bersama kepolisian masih melakukan proses investigasi lebih lanjut.” pungkasnya. (Adi/RBG)