Modal Bank Banten Menipis, Sekda Banten: Perubahan APBD 2020

SERANG – Pemprov Banten berencana mengalokasikan penyertaan modal Bank Banten di dalam Perubahan APBD 2020. Hal tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan TAPD dengan Banggar tidak mengalokasikan penyertaan modal Bank Banten di RAPBD 2020.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, rencana penyertaan modal akan diusulkan dalam Perubahan APBD 2020. Pria yang akrap disapa Al itu enggan memberikan penjelasan adanya kesepakatan TAPD dengan Banggar yang tidak mengalokasikan penyertaan modal Bank Banten. “Prinsipnya kami sudah menyepakati perubahan RAPBD 2020 yang telah dibahas. Terkait Bank Banten, nanti diusulkan dalam Perubahan APBD 2020,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (7/11).

Terpisah, Plt Komisaris Utama Bank Banten Media Warman mengaku, belum mendapatkan informasi terkait dibatalkannya rencana gubernur menyertakan tambahan modal untuk Bank Banten tahun anggaran 2020.

“Kami belum menerima informasi secara resmi adanya penundaan. Sebab, manajemen Bank Banten sejak awal sudah memohon kepada gubernur dan DPRD Banten agar tahun depan dialokasikan penambahan modal dalam rangka penguatan permodalan Bank Banten,” kata Warman.

Ia menambahkan, apa pun keputusan Pemprov dan DPRD Banten akan diterima, meskipun momentum penguatan dan penyehatan Bank Banten tepatnya dilakukan awal tahun 2020, bukan di akhir (Perubahan APBD 2020). “Tentunya TAPD maupun Banggar punya pertimbangan dan alasan tersendiri yang kami tidak dapat masuk mengintervensi dan memengaruhi keputusan tersebut,” ujarnya.

Kata dia, apabila masih memungkinkan, DPRD dan TAPD dapat meninjau kembali keputusannya sehingga tetap menyertakan modal untuk Bank Banten tahun anggaran 2020. “Kami juga berharap bahwa Pemprov dapat mencairkan penyertaan modal yang dialokasikan dalam APBD 2019 sebesar Rp131 miliar untuk Bank Banten,” harap Warman. (den/alt/ira)