Modus Sabu Jadi Alas Sepatu Dibongkar

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana (tengah) bersama pejabat BNNP Banten menunjukan barang bukti sabu dan ganja hasil pengungkapan pada Minggu (28/6) dan Selasa (30/7) di kantor BNNP Banten, Kota Serang.

SERANG – Berbagai modus dilakukan oleh kurir narkotika agar lolos dari pemeriksaan petugas. Minggu (28/6) malam, modus penyelundupan sabu-sabu dengan menyulapnya sebagai alas sepatu terbongkar.

Dua orang kurir asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berinisial MD (21) dan SH (24) itu diamankan petugas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang. Delapan paket sabu-sabu seberat 989,7 gram yang disulap menjadi alas sepatu itu batal beredar di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Sabunya berada di dalam sepatu kedua tersangka. Ada delapan paket sabu-sabu,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana usai ekspos di kantor BNNP Banten, Kamis (2/7).

Agar tidak dicurigai, sabu-sabu yang disimpan dalam sepatu itu diinjak oleh kedua pelaku. Soalnya, petugas keamanan bandara atau aviation security (avsec) luput memeriksa bagian bawah sepatu pelaku. “Biasanya, pemeriksaan sampai kaki (menunjuk atas mata kaki-red), tidak sampai ke bawah,” ujar alumnus Akpol 1991 tersebut.

Namun, akal bulus keduanya tidak berhasil mengelabui petugas. Keduanya pelaku yang telah diintai itu diamankan oleh petugas saat melintas di area terminal dua kedatangan domestik. Hampir semua bagian tubuh kedua pelaku digeledah petugas.

Nah, saat sepatu kedua pelaku digeledah, petugas menemukan delapan paket sabu-sabu senilai Rp1 miliar. “Sepatunya tidak dimodifikasi, hanya dicopot bagiannya itu (lidah sepatu-red) dan diinjak,” kata Tantan didampingi Kabid Brantas BNNP Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Jemmy G Suatan.

Kedua pelaku dan paket sabu-sabu itu dibawa petugas ke kantor BNNP Banten. MD dan SH terancam Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kita masih melakukan pendalaman terhadap jaringan kedua tersangka,” tutur Tantan.

GANJA

Sementara itu, dua pemuda berinisial GS (27) dan MP (26) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik BNNP Banten. Keduanya disangka menyelundupkan 298 kilogram ganja di Pool Laju Prima, daerah Merak, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Selasa (30/6).

 “Dua lagi kita lepaskan karena tidak mengetahui (truk membawa ganja-red) dan hanya menumpang. Kedua tersangka tersebut merupakan kurir,” kata Tantan.

Kedua tersangka adalah karyawan perusahaan buah di Aceh. Enam karung ganja itu disembunyikan dalam peti buah alpukat. “Rencananya mau diedarkan di daerah Banten dan Jakarta,” kata perwira tinggi Polri tersebut.

Kini, petugas masih mencari pemilik narkotika golongan satu jenis tanaman tersebut.  “Masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya,” kata Tantan.

Keberhasilan BNNP Banten mengungkap kedua kasus narkoba tersebut telah menyelamatkan hampir 2 juta generasi penerus bangsa. “Untuk ganja ini bisa digunakan sekitar 1,920 juta generasi penerus bangsa. Sementara sabu sebanyak 3 ribu lebih,” tutur Tantan. (mg05/nda)