Mogok Kerja, Buruh PT Siemens Indonesia Tunggu Keputusan Usai Lebaran

Ilustrasi
Ilustrasi

CILEGON – Perwakilan PT Siemens Indonesia (PT SI) di wilayah Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC) angkat bicara terkait aksi mogok kerja dan unjuk rasa ratusan buruh PT SI tersebut.

Head of Communication and Government Affair PT SI, Julieta Glasmacher menyatakan hingga saat ini hasil keputusan dari tuntutan para buruh belum dapat dipenuhi sebab masih dikomunikasikan oleh pihak PT SI sendiri.

Dijelaskan Julieta, aksi unjuk rasa pekerja akibat permasalahan hubungan industrial antara PT SI pabrik Cilegon dengan sejumlah pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) akan dapat diselesaikan melalui perundingan yang baik.

“Kami sangat menjunjung tinggi hak dari masing-masing pekerja sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Hingga saat ini, manajemen PT SI tetap membuka pintu perundingan dengan pekerjanya,” ujarnya, Senin (6/6/2016).

Diungkapkan Julieta, sebelumnya dari pihak buruh yang mogok kerja sudah ada tiga perwakilan yang menemuinya untuk melakukan mediasi. “Kita masih mereview poin-poin tuntutan yang diajukan para buruh, mungkin hasilnya sudah bisa kita sampaikan seusai lebaran. Semuanya masih sedang kita komunikasikan,” katanya.

Ketika ditanya adanya diskriminasi upah dari pihak PT SI terhadap pekerjanya sehingga memicu adanya aksi, Julieta menyangkal akan hal itu dan dia mengatakan bahwa itu tidak benar. “Tidak ada di sini diskriminasi upah, walapun ada perbedaan upah itu juga sudah dengan ketentuan dan penilaian perusahaan itu sendiri. Penilaian upah itu sesuai dengan performance masing-masing,” katanya. (Riko)