Moorlife Ciptakan Bisnis Tanpa Modal Besar

0
1.077 views

SERANG – Creative Moorlife Network (CMN) Moorlife yang memiliki visi menciptakan seribu entrepreneur, saat ini semakin diminati oleh masyarakat. Awal tahun ini puluhan masyarakat ikut bergabung untuk menggeluti bisnis tersebut.

Master Moorlife Serang, Afrida Yenni mengatakan, dari tahun ke tahun bisnis CMN Moorlife tersebut terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebut karena bisnis CMN Moorlife sudah dapat terbukti memberikan banyak keuntungan bagi yang ikut bergabung.

“Terbukti yang ingin ikut menjual produk kami semakin banyak. Kami ingin di Kota Serang lahir entrepreneur terbaik setelah mengikuti bisnis ini, karena menjadi seorang entrepreneur tentunya harus memiliki tekad yang besar dan kemauan yang keras. Penanaman kepada masyarakat Indonesia memang tidak mudah, karena mental atau sifat yang berbeda dengan masyarakat di Negara luar. Jadi mudah-mudahan dengan mengikuti bisnis ini, Indonesia dapat melahirkan ribuan entrepreneur,” katanya saat ditemui usai acara Bisnis Launching Moorlife di Gedung Catur, Ciracas, Selasa (7/2).

Dalam acara tersebut pihaknya juga sekaligus memperkenalkan produk-produk terbarunya. Produk tersebut tentunya akan membantu member dalam menjual pilihan produk yang lebih banyak.

“Biasanya kegiatan dilakukan tiga bulan sekali, tetapi ke depan akan dilaksanakan sebulan sekali karena peminatnya semakin banyak,” ujarnya.

Ia berharap, dengan kegiatan tersebut dapat menciptakan seribu entrepreneur di Kota Serang. Terbukti dengan banyaknya member yang telah sukses melebarkan sayapnya di dunia bisnis Moorlife tersebut. Dengan bisnis yang bersifat Direct Selling ini, mereka akan mampu bersaing dengan kompetitor lain.

Saat ini, CMN Moorlife Indonesia memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan bisnis tanpa modal besar. Produk yang diciptakan oleh anak bangsa ini, akan mampu menjadikan masyarakat Indonesia menjadi entrepreneur.

“Di Indonesia, entrepreneur sendiri baru 1 persen, syarat Negara maju saja minimal entrepreneur-nya harus minimal 2 persen. Indonesia saja masih di bawah Vietnam, Vietnam sekitar 3 persen untuk entrepreneur-nya, Thailand 4 persen, Malaysia 5 persen dan Singapore 7 persen,” jelasnya. (Wirda)