SERANG – Kerajinan gerabah di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang perlu dikembangkan. Motif yang terkesan klasik, misalnya, perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Kepala Bidang Industri pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Hudan Basyarudin mengatakan, selama ini para pengrajin gerabah masih mempertahankan motif klasik dengan ukuran yang besar. Padahal, kebutuhan pasar sudah mulai berkembang.

“Kebutuhan pasar itu lebih kepada ukuran yang kecil, desain yang menarik dan pewarnaan yang tidak gelap, tapi tetap saja motif klasik juga harus dipertahankan karena itu warisan leluhur,” katanya kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Rabu (30/1).

Hudan mengatakan, pihaknya mengagendakan program pelatihan pengembangan motif untuk para pengrajin gerabah. Pada pelatihan ini, mendatangkan instruktur dari UPT Balai Keramik Bandung Kementerian Perindustrian.

Untuk mendorong pemasaran gerabah, pihaknya melalui surat edaran Bupati Serang sudah meminta kepada seluruh OPD dan kecamatan untuk memajang gerabah di halaman kantornya masing-masing. “Kita juga membawa para pengrajin gerabah ke pameran-pameran sebagai upaya pemasaran,” pungkasnya. (Abdul Rozak/Aas)