General Manager Honda Banten Elfa Risdhaswara memperlihatkan varian Beat yang menjadi produk unggulan Honda, Jumat (4/1).

SERANG – Selama 2018, motor Honda di Banten minus Tangerang Raya terjual 76.000 unit. Dengan penjualan ini, main dealer Honda Banten, yakni PT Mitra Sendang Kemakmuran (MSK) berhasil mencapai target yang ditentukan manajemen.

General Manager Honda Banten Elfa Risdhaswara mengatakan, pada 2018, target dari manajemen sebanyak 75 ribu unit dan bisa tercapai lebih dari 100 persen dengan penjualan 76 ribu unit dari berbagai varian Honda. Penjualan pada 2018, memang mengalami pertumbuhan sekitar 13 persen dibandingkan penjualan 2017 yang tidak tercapai. Pada 2017, Honda Banten ditargetkan 70.000 unit, tapi hanya tercapai 66.000.

“Alhamdulillah, tahun ini bisa tercapai dengan baik dan kondisi ekonomi juga memengaruhi penjualan 2018 lalu,” kata saat ditemui di main dealer Honda Banten, Sempu, Kota Serang, Jumat (4/1).

Selain target penjualan yang tercapai, menurutnya, market share Honda di Banten minus Tangerang Raya juga tercapai. Pada 2018, market share Honda mencapai 75 persen.
“Artinya dari sepuluh pengguna motor sebanyak 7,5 penggendara motor menggunakan produk Honda. Sementara 2,5 penggendara menggunakan merek lain,” katanya.

Ia mengungkapkan, produk yang paling diminati konsumen, yakni matik yang menyumbang penjualan sekitar 80 persen. Sementara, matik yang paling laris, yakni Beat dengan presentase 40 persen, Scoopy sebanyak 20 persen, dan Vario sebanyak 20 persen.
“Matik memang masih unggulan untuk penjualan,” ungkapnya.

Kata dia, tiga varian unggulan big scooter seperti PCX juga banyak dilirik konsumen. Pada 2018 lalu, ada 2.600 unit yang terjual. Respons yang positif dari konsumen membuat konsumen harus rela menunggu varian PCX tersebut. “Ada 800 unit yang inden dan mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan bisa terpenuhi semuanya,” katanya.

Sementara, motor sport menyumbang penjualan sekitar 13 persen dengan perincian produk, yakni CB150 Street Fire sebanyak lima persen, CBR150 dengan persentasi empat persen. Sisanya disumbang dari Verza, Megapro, dan lainnya dengan persentase sekitar tiga persen. “Dari kelas bebek mampu menyumbang tujuh persen yang didominasi Revo dan Supra,” katanya. (Susi K)