Motor Pun Physical Distancing

0
932 views
Petugas mengatur antrean pengendara untuk menjaga jarak di perempatan lampu lalulintas Pisangmas, Kota Serang, Kamis (16/7). Pada hari pertama sosialisasi, banyak ditemukan pengendara yang belum memahami marka jalan tersebut.

SERANG – Sejumlah ruas jalan di depan lampu lintas atau traffic light dibuat marka jalan physical distancing oleh Polda Banten dan jajaran, Kamis (16/7). Pembuatan marka tersebut untuk mengatur jarak khususnya pengemudi kendaraan roda dua. Upaya tersebut dilakukan kepolisian untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di jalanan.

Pantauan Radar Banten, sejumlah tempat telah dibuat marka physical distancing. Tempat tersebut diantaranya, daerah Kragilan, Ciruas, Cikutuk, Warung Pojok dan tempat lainnya yang masuk wilayah hukum Polda Banten. Pembuatan  marka physical distancing dilakukan dengan pengecetan di badan jalan dan tanda berhenti sepeda motor.

“Kami dari Ditlantas Polda Banten dengan adanya pandemi Covid-19 ini menerapkan aturan baru bagi pengguna jalan, khususnya roda dua agar tetap menjaga jarak saat berhenti di traffic light,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rudi Purnomo kepada wartawan, Kamis (16/7).

Rudi mengatakan, Covid-19 bisa menyerang siapa saja dan di mana saja, sehingga perlu menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan di semua tempat. Dalam kegiatan ini, baik Ditlantas dan Satlantas di Polres jajaran melibatkan Dinas Perhubungan setempat.

“Dengan menyediakan tempat berhenti seperti ini, maka pengendara akan aman dan terhindar dari penyebaran Covid-19. Kalau terlalu dekat jarak antar satu dengan yang lain kan rawan kecelakaan juga,” kata Rudi didampingi Kasubdit Kamsel Komisaris Polisi (Kompol) Juaningsih.

Dijelaskan Rudi, marka physical distancing tersebut merupakan inovasi dari Kaporli dan Kakorlantas dalam upaya memutuskan rantai Covid-19. Selain itu, para personel di lapangan juga memberikan sosialisasi dan edukasi agar para pengendara paham dan tertib dalam menjalankan aturan tersebut serta agar selalu mematuhi aturan protokol kesehatan.

“Harapan saya dengan adanya peraturan baru ini, masyarakat meningkatkan kedisiplinannya lagi. Karena ini demi kebaikan bersama agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19 lebih meluas lagi. Saya juga berharap marka physical distancing ini, juga dapat menekan angka kecelakaan,” kata Rudi.

Rudi mengatakan marka physical distancing tidak boleh ditempati oleh kendaraan roda empat atau mobil. Kendaraan roda empat harus berada di belakang marka tersebut. “Kita langsung sosialisasikan di lapangan supaya pengendara mengerti,” ucap Rudi.

Sementara itu berdasarkan pantuan Radar Banten di perempatan lampu merah Pisang Mas, Kota Serang pengendara masih tampak bingung dengan marka physical distancing. Petugas dari kepolisian dan perhubungan lantas memberikan arahan kepada masyarakat. “Motor di sini (menunjuk marka physical distancing kepada pengendara motor-red),” kata anggota Satlantas Polres Serang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Ade Komarudin.

Agar pengendara lebih mengerti, petugas juga membawa poster berisi penerapan physical distancing dalam berlalu lintas. “Hal ini kami lakukan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid,” kata Ade kepada pengendara.

Marka physical distancing banyak yang tidak diketahui oleh pengendara roda empat. Kendaraan mereka memasuki atau berada di titik marka physical distancing. “Bapak di sini ada marka physical distancing, kendaraan roda empat tidak boleh disini ya,” ucap Ade.

Salah satu pengendara roda empat, Didi Mufrodi mendukung kebijakan physical distancing yang mulai diterapkan tersebut. Menurut dia, kebijakan tersebut efektif dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Ya bagus (kebijakan physical distancing dalam berkendara-red), selama ini kan sering ngumpul di depan lampu merah kalau sudah ada marka physical distancing pengendara lebih tertata lagi,” kata Didi.

Ia berharap kebijakan tersebut terus disosialisasikan. Hal tersebut dilakukan agar masyakat tahu terhadap aturan physical distancing dalam berkendara. “Memang harus disosialisasikan lagi karena banyak pengendara yang belum tahu. Saya juga baru tahu ini ada marka physical distancing,” tutur pria asal Anyar, Kabupaten Serang ini. (mg05/air)