MSI: Kinerja Pemkot Serang Belum Memuaskan

0
80

SERANG – Menjelang akhir masa jabatannya, kepuasan terhadap kinerja Pemkot Serang di bawah kepemimpinan Tb Haerul Jaman disorot. Media Survei Indonesia (MSI) merilis hasil riset mengenai kepuasan itu. Hasilnya, berdasarkan survei MSI, kinerja Walikota Serang Tb Haerul Jaman masih jauh dari harapan atau belum memuaskan.

Direktur MSI Asep Rohmatullah mengatakan, melakukan survei tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Walikota dan Wakil Walikota Serang. Dari survei tersebut dihasilkan tingkat kepuasan terhadap Walikota Serang Tb Haerul Jaman 50,2 persen dan angka yang kurang atau tidak puas sebanyak 41,7 persen.

Sedangkan, angka kepuasan terhadap Wakil Walikota Sulhi lebih rendah, hanya 44,7 persen. “Angka kepuasan terhadap kinerja walikota dan wakil walikota tidak menggembirakan,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (8/10).

Menurutnya, perlu ada langkah serius dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang agar kinerjanya bisa meningkat dan sesuai kebutuhan masyarakat. “Jika tidak, warga yang tidak puas akan bertambah banyak,” katanya

Asep tidak mengatakan, kinerja Walikota dan Wakil Walikota Serang gagal. “Saya tidak mengatakan itu gagal, tapi jika di-breakdown ke indikator-indikatornya, survei menunjukkan belum adanya prioritas program yang dilakukan Walikota Serang,” ujar mantan Manajer LSKP-LSI Denny JA ini.

Rendahnya kepuasan ini, ungkap Asep, dikarenakan ada 19 indikator program kerja yang diberi nilai di bawah 50 persen oleh masyarakat. Bahkan, ada enam indikator program dinilai kurang dari 30 persen. “Problem Kota Serang ini enggak punya skala prioritas, padahal warganya komunikatif. Tinggal disentuh pemimpin yang bervisi,” ujarnya.

Survei dilakukan pada 10 sampai dengan 16 Agustus 2017. Populasi survei adalah warga di Kota Serang yang berumur 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah dengan jumlah responden sebanyak 600 orang.

Menggunakan metode multistage random sampling, kata Asep, diperkirakan margin of error 4,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. “Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan sebesar 20 persen dari total sampel dengan cara monitoring dan pendampingan saat wawancara dan mengecek pasca-survei,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengapresiasi hasil survei yang dilakukan MSI. Saat ini, Pemkot di bawah kepemimpinannya dan Sulhi tetap berusaha mengoptimalkan program prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Kata dia, tingkat kepuasan masyarakat 50 persen sudah cukup baik apabila dibandingkan dengan daerah lain. “Namun, apabila kita melihat dari capaian indikator, Kota Serang terus mengalami progres setiap tahun,” terang Jaman.

Hal itu menunjukkan kinerja Pemkot selama ini sudah cukup baik. Meskipun dilihat dari tingkat kepuasan berbeda. Apalagi, tingkat kepuasan itu berbeda-beda dan tidak ada yang ideal.

Ia mengatakan bahwa untuk menjangkau kepuasan yang paling tinggi tentu saja dibutuhkan waktu yang panjang dan anggaran yang besar. Dengan waktu dan anggaran yang terbatas, sekira enam tahun ia memimpin Kota Serang ia sudah mengefektifkan anggaran agar program prioritas tetap sasaran. “Itu terlihat dari capaian indikator. Kalau menurun, berarti sasarannya tidak tepat,” terang politikus Golkar ini.

Ia berharap lembaga survei juga dapat memberikan masukan terkait pembangunan yang kurang di masyarakat. Dengan begitu, tahun depan dapat diprogramkan. “Pembangunan itu membutuhkan kebersamaan, bukan hanya pemerintah, tetapi stakeholder termasuk lembaga survei juga dapat berpartisipasi,” tuturnya seraya berharap kinerja Pemkot juga akan meningkat. (Supriyono-Rostinah/RBG)