Suasana pembukaan MTQ Nasional tadi malam.

MATARAM – Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI tahun 2016 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dibuka oPresiden RI Joko Widodo, Sabtu (30/7) malam.

Malam acara pembukaan MTQ Nasional yang dipusatkan di Arena Islamic Center Kota Mataram, Presiden Joko Widodo didampingi Istrinya, Iriana Widodo, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur NTB TGH. M. Jainul Majdi dan sejumlah menteri.

Selain itu, pembukaan MTQ Nasional juga dihadiri 30 duta besar dari negara sahabat, terutama dari negara-negara Timur Tengah, termasuk para gubernur dan bupati/wali kota. Turut hadir Gubernur Banten Rano Karno dan Sekda Banten Ranta Soeharta berada di panggung kehormatan.

Ribuan qori-qoriah yang berasal dari seluruh Indonesia siap tampil diajang tahunan ini yang akan mengikuti 7 cabang dan 21 golongan.

Presiden RI Joko Widodo menegaskan, MTQ yg membudaya di tengah masyarakat dapat mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia. “Tujuan dan makna utama MTQ bukan saja sebagai prestasi namun yang utama adalah syiar dan dakwah bagaimana membumikan Al-quran dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi telah mengeluarkan Perpes tentang pendirian Universitas Islam International Indonesia (UIII) untuk dijadikan sumber ilmu, kajian Ialam dan benteng bagi tegaknya islam.

“Kita ingin kehidupan berbangsa dan bernegara jadi sejuk, damai dan indah,” ucapnya.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, MTQ bukan hanya kegiatan seni suara semata tetapi forum ilmiah yg menguji kemapuan menghafal dan menafsirkan ayat-ayat alquran.

“Tahun ini pertama kalinya dilakukan pendaftaran peserta secara online (E-MTQ) untuk mengikis potensi kecurangan dan menghindari konflik dalam lomba,” kata Menag.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Syibli Sarjaya melalui rilis yang diterima Radar Banten Online, Minggu (31/7) pagi, mengatakan, kafilah Provinsi Banten sebanyak 43 peserta saat ini sudah siap tampil di ajang MTQ Nasional.

“Setelah semuanya (peserta) melakukan registrasi pendaftaran kepada panitia. Kita tinggal siap bertanding,” kata Sybli.

Syibli menjelaskan untuk kafilah Banten akan mengikuti tujuh cabang lomba denga empat cabang yang paling diunggulkan yakni tahfidz, tilawah, syahril Quran, dan fahmil Quran. Meski demikian, menurutnya semua cabang yang lombakan merupakan andalan. (Fauzan Dardiri)