SERANG – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Serang mendesak, Pemerintah Kota Serang agar menyelenggarakan Musabaqoah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota setiap tiga tahun sekali. Hal ini dikarenakan gelaran MTQ seringkali hanya menjadi ritualitas tahunan tanpa makna.

Ketua ICMI Kota Serang Rohman mengatakan, MTQ kerap kali hanya menjadi rutinitas yang tidak jarang justru merusak tatanan, nilai, dan makna MTQ itu sendiri. “Dengan menggunakan jasa qori atau qoriah dari luar wilayahnya menunjukan bahwa wilayah tersebut tidak siap untuk berkompetisi dan terlalu memaksakan diri untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Hal ini jelas-jelas akan menurunkan prestise dan gaung MTQ itu sendiri,” ungkap Rohman kepada radarbanten.com, Kamis (12/2/2015).

(Baca : 30% Peserta MTQ Kota Serang 2015 Impor dari Luar Daerah)

Rohman menyarankan, agar pelaksanaan MTQ dilaksanakan tiga tahun atau empat tahun sekali dengan tujuan agar pengkaderan qori dan qoriah dapat lebih maksimal sehingga suatu daerah tidak perlu mengontrak peserta dari wilayah lain.

“Lebih baik dana MTQ tahunan digunakan untuk kegiatan yang lebih bermakna semisal mendanai gerakan membaca Alquran bagi masyarakat Kota Serang yang saat ini masih banyak yang belum dapat membaca Alquran dengan baik dan benar,” kata Rohman.

Rohman mengatakan, dana yang dikeluarkan untuk pelaksanaan MTQ setiap tahun cukup besar. Jika digunakan misalnya untuk membayar honor guru mengaji maka dana itu akan lebih bermanfaat ketimbang dihabiskan untuk acara-acara seremonial belaka. “Dana tersebut juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas guru dan fasilitas belajar mengajar di madrasah-madrasah di Kota Serang yang masih sangat memprihatinkan,” katanya. (Fauzan Dardiri)