MU Belum Move On dari Ferguson

MANCHESTER – Manchester United dinilai belum bisa mengulang kejayaan seperti saat ditangani Sir Alex Ferguson. Bayang-bayang manajer Skotlandia itu bikin Setan Merah tak kunjung bangkit. The Red Devils sudah nyaris sewindu puasa gelar Liga Inggris. Terakhir Man United menjadi juara Liga Inggris pada musim 2012/2013, saat musim pamungkas Ferguson.

Setidaknya ada lima juru taktik, termasuk caretaker, yang menangani MU pasca Ferguson. Louis van Gaal dan Jose Mourinho merupakan nama besar yang pernah menangani Man Unted. Van Gaal membawa MU memenangi Piala FA. Sementara The Special One menjuarai Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.

Eks kiper MU, Anders Lindegaard, menjadi saksi peralihan dari Fergie ke suksesornya. Pemain asal Denmark itu mengungkapkan alasan mengapa MU tak kunjung bisa mendominasi laga di Liga Inggris. “Saya tak merasakannya sebagai penuaan. Itu lebih seperti kami tak bisa menyesuaikan diri dengan cara hidup yang baru,” kata Lindegaard di FourFourTwo.

“Itu tampak seperti mengisi iPhone dengan charger Nokia. Perlahan-lahan tak ada perkembangan. Siapa yang akan mengangkat klub setelah bos?” katanya. “Moyes dan semua orang dengan pengaruh besar di United menjadi sasaran empuk. Dan saya menolak untuk menunjuk satu individu,” ujarnya lagi.

BIDIK SATU TROFI

Ya, MU memang tengah mencari penebusan pada musim 2019/2020. Kiper MU Sergio Romero mengungkapkan timnya membidik satu trofi dan finis setinggi mungkin di liga. Setan Merah gagal total di musim lalu. Bukan hanya nirgelar juara, MU turut dipastikan absen di Liga Champions setelah finis keenam di Liga Inggris.

Hanya 66 poin yang bisa dikumpulkan Romero cs dengan raihan 19 kemenangan, separuh dari jumlah total pertandingan semusim. Perolehan angka MU berjarak 32 poin dari rival sekotanya, Manchester City, yang tampil sebagai juara.

“Kami akan mencoba melakukan yang terbaik sebisa kami, kami akan berusaha lebih baik daripada musim lalu,” ujar kiper asal Argentina itu kepada situs resmi klub.

“Tahun ini kami memang tidak memenangi trofi apa-apa, musim depan kami ingin memenangi sebuah trofi, mengantar klub ke posisi yang setinggi-tingginya,” katanya.

“Kalian (fans -red) telah terbiasa menang dan merayakan dan kami juga menginginkannya: terus merayakan dan menang dan berusaha sebaik-baiknya,” cetus Romero.

Musim baru Premier League baru akan bergulir pada Agustus 2019. Namun, jadwal kompetisi sudah akan dirilis pada Kamis (13/6). Laga pertama akan selalu penting untuk menciptakan momentum positif. “Tidak, hal pertama yang kulihat adalah siapa lawan pertama kami, pertandingan pertama musim, karena itu adalah hari di mana kami harus dalam kondisi fisik dan mental terbaik,” ujarnya.

“Kemudian tentu saja, kami melihat derby-derby kapan kami bermain melawan City, atau Liverpool, atau Arsenal. Kupikir setiap pemain ingin tahu kapan kami akan menghadapi tim-tim besar,” tambah Romero. (dtc/ibm/ira)