Muaythai Mulai Pelatda PON

SERANG – Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Banten tidak ingin berleha-leha untuk mempersiapkan atletnya ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Jika tidak ada kendala, Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON akan dimulai pekan ini.

Ketua Umum Pengprov MI Banten Roni Alfanto mengatakan, tidak ada waktu untuk berlaha-leha pasca bertanding di Pra PON. “Sekarang fokus kita adalah mempersiapkan atlet lebih baik lagi guna menghadapi pertarungan yang sesungguhnya di PON XX 2020 Papua. Insya Allah Pelatda PON kami laksanakan sejak bulan Januari agar persiapan lebih matang,” bebernya kepada awak media, Selasa (14/1).

Hanya saja, dikatakan Pimpinan DPRD Kota Serang itu, untuk kuota atlet belum diketahui secara pasti. Pada Pra PON kemarin, MI Banten memang mendapatkan tujuh medali dengan rincian empat emas dan tiga perak. Untuk emas disumbang Isnawati (kelas 45 kilogram putri), Dwi Rahmawati (kelas 48 kilogram putri), Mia Amalia (kelas 51 kilogram putri), dan Sandi Hidayat (kelas 75 kilogram putra). Kemudian, medali perak diraih Ridwan (kelas 45 kilogram putra), Dede Dina (Perak kelas 54 kilogram putri), dan M Rizal (kelas 63 kilogram).

“Mereka bertujuh secara otomatis berhak tampil di Papua tahun depan sesuai keputusan Pengurus Besar (PB) MI. Namun, ada ketentuan berbeda dari KONI Banten. Di mana peraih perak dan perunggu belum pasti dikirim lantaran Pra PON muaythai menggunakan sistem tiga zonasi,” tutur Roni.

Bila Pra PON ada tiga wilayah, syarat dari KONI Banten, hanya mengakomodasi peraih emas. “Namun, kami tentu berharap ada pertimbangan lain dari KONI Banten. Meski dibagi tiga zona, Banten berada di grup neraka bersama DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kami pun sudah melakukan pemaparan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas). Semoga ada kebijakan baru,” harap dia.

Terpisah, Sekretaris Umum Pengprov MI Banten Dimas Septian menambahkan, selain tujuh atlet yang disebut PB MI, ada dua atlet lainnya yang dapat wild card, yakni Sulaeman (kelas 48 kilogram putra) dan Madlani (kelas 54 kilogram putra dan waikru). “Keduanya melenggang langsung ke Papua karena membela Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Jadi, tidak usah ikut babak penyisihan,” tambah Dimas. (brp/nda/ira)