MUI Banten Bentuk Komite Dakwah Khusus

Suasana rapat kerja daerah III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten di Anyar, Kabupaten Serang, Minggu (8/12).

SERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten telah membentuk dan melantik pengurus Komite Dakwah Khusus di sela-sela rapat kerja daerah III tahun 2019 di Anyar, Kabupaten Serang, Minggu (8/12).

Ketua Umum MUI Banten KH AM Romly menjelaskan, Komite Dakwah Khusus merupakan organisasi bentukan MUI Pusat. Dua tugas utamanya yaitu dakwah di masyarakat desa dan kota. “Dakwah di desa dilakukan dengan dua hal, yakni dengan lisan dan dengan perbuatan. Sementara dakwah di kota dilakukan pena dan digital,” kata Romly melalui keterangan tertulis, Minggu (8/12), usai acara penutupan.

Menurutnya, Komite Dakwah Khusus memiliki tugas berat dalam berdakwah di era digital ini. Karena itu, dia mengingatkan kepada Komite Dakwah Khusus agar memanfaat dunia maya sebagai sarana berberdakwah, termasuk mencegah muncul dan menyebarnya radikalisme dan terorisme.

Di era digital, lanjut dia, tahun 2020 MUI Banten juga memperkuat program dakwah digital dan berperan aktif membantu pemerintah mendeteksi benih intoleransi dan radikalisme. MUI berusaha memberikan pemahaman Islam wasathiyah.

Pengurus Komite Dakwah Khusus Fadlullah mengatakan, Komite Dakwah Khusus dibentuk untuk mengatasi masalah pendangkalan akidah, pemurtadan dan aliran sesat yang tumbuh berkembang. Kemudian membantu pemerintah mendeteksi benih intoleransi dan radikalisme pemahaman keagamaan.

“Untuk menjangkau wilayah yang luas dan penyelesaian problem secara cepat, Komisi Dakwah Khusus Banten segera membentuk dan mengukuhkan (pengurus) di tingkat kabupaten dan kota,” katanya. (aas)