MUI dan Pramuka Banten Apresiasi Penanganan Covid-19

0
745 views

PANDEGLANG – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan bahwa sinergi pemerintah daerah Banten khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan organisasi kemasyarakatan merupakan sebuah keharusan dan keniscayaan. Hal ini disebabkan karena Dinas Kesehatan tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banten.

Kegiatan kolaborasi dapat dilakukan mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan, kelurahan dan desa.

Dalam konteks penanganan Covid-19 di Banten, Dinkes Banten terus berupaya tanpa kenal lelah dalam memutus mata rantai penyebaran. “Alhamdulillah berkat doa para ulama dan masyarakat Banten dan diiringi kerja keras aparat pemerintah daerah khususnya jajaran Dinkes, Banten dapat keluar dari tiga besar dan 10 besar daerah penyumbang pasien Covid-19 di Indonesia,” ujarnya, kemarin.

MUI Provinsi Banten mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Banten. MUI berkontribusi dengan mensosialisasikan Fatwa MUI terkait Pandemi Covid-19, kampanye 3M, dan mengeluarkan tausiyah terkait penanggulangan dampak Covid-19 dengan narasi agama.

Ketua Satgas Covid-19 MUI Provinsi Banten, Fadlullah mengatakan, MUI memulai gerakan hidup bersih dan sehat dari masjid, langgar, dan musala. “Dalam waktu dekat segera dilaksanakan bersama Puskesmas Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang dan Puskesmas Kecamatan Kasemen, Kota Serang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Ketua Kwarda Pramuka Banten, Masduki, turut mengapresiasi kerja keras Kadinkes Banten dan seluruh jajaran. Masduki juga menginstruksikan agar semua anggota Pramuka mulai dari level yang terbawah hingga unsur pimpinan wajib ikut dan bertanggungjawab untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Banten bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan ormas-ormas lain di Banten.

Pria yang akrab disebut Ka Enduk ini juga mengingatkan agar tidak ada istilah bosan dalam penanggulangan Covid-19 karena jika kita berupaya Insya Allah akan berhasil. “Jika ormas bergerak sama-sama maka hasilnya akan lebih optimal. Selain itu dalam konteks kepramukaan, seluruh anggota Pramuka harus menjadi penggerak di masyarakat dan lingkungan yang dapat dimulai dari kesadaran diri sendiri dan keluarga. Minimal dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya. (den/air)