Mukota Kadin Makin Panas, Dua Kubu Saling Tuding

Wakil Ketua Kadin Banten Tatang Tarmizi berbicara pada pertemuan pengusaha di Royale Krakatau, Selasa (12/11).

CILEGON – Perhelatan Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon semakin panas. Perselisihan semakin mengerucut pada dua kubu. Pro petahana atau Sahruji, dan pro Abah Salim, pengusaha asal Ciwandan yang digadang-gadang akan maju dalam kontestasi pemilihan ketua Kadin Kota Cilegon.

Diambil alihnya posisi ketua dan sekretaris OC panitia Mukota Kadin Kota Cilegon oleh pengurus Kadin Provinsi Banten justru membuat suasana semakin panas. Soalnya, Kadin Provinsi Banten mengganti posisi sekretaris dari Tatang Tarmizi kepada Syamsul Rizal dinilai sarat muatan kepentingan.

Agus Wisas yang dipercaya sebagai ketua OC menjelaskan ihwal digantinya Tatang oleh Syamsul. Menurutnya, pergantian itu demi terjaminnya netralitas. Namun, alasan itu justru membuat sejumlah pengusaha menuding Agus Wisas dan Syamsul Rizal ikut dalam kepanitiaan yang dinilai tidak netral dan condong pada kubu Sahruji.

Ditemui usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha yang pro kepada Abah Salim. Tatang Tarmizi menuturkan, penggantian dirinya sebagai sekretaris secara mendadak dinilai telah menyerang integritas dirinya secara pribadi.

Pria yang akrab disapa Tatang itu mengatakan, selama ini ia tidak berpihak kepada pihak mana pun. Menurutnya, tidak ada satu pun sikapnya yang mengarah condong pada satu pihak.

Tatang meyakini alasan penggantiannya secara mendadak bukan karena netralitas, tapi karena Isbat cs khawatir kecurangan yang dilakukan oleh mereka selama menjadi panitia terbongkar.

Menurut Tatang, panitia yang di SK-kan oleh Sahruji bisa dipastikan simpatisan karena pada saat rapimkot keluar rekomendasi agar Sahruji kembali maju. “Itu rekomendasi teraneh, tidak ada organisasi merekomendasikan seperti itu. Kecurangan yang mereka lakukan sudah direncanakan dari awal. Itu sudah tidak terbantahkan,” ujarnya.

Tatang menghormati keputusan yang telah dikeluarkan oleh Kadin Banten. Namun, di luar sebagai pengurus Kadin Banten, Itang mengaku berhak memberikan perlawanan atas sikap tersebut.

Sementara itu, kehadirannya pada forum pengusaha pro Abah Salim di Hotel The Royale Krakatau, Selasa (12/11), Tatang menilai itu sebagai bentuk perlawanannya atas keputusan yang telah menyerang integritasnya.

Kemudian, ia pun akan mengerahkan massa Laskar Merah Putih (LMP) untuk mendatangi Kadin Banten guna meminta penjelasan secara detail terkait keputusan tersebut. Secara terpisah, Wakil Ketua OC Mukota Kadin Cilegon Isbatullah Alibasja menuturkan, Kadin Banten membuat surat arahan dan rekomendasi pergantian ketua OC dan sekretaris OC, surat itu pun dibahas oleh Dewan Pengurus Kadin Cilegon.

Oleh karena SK Kepanitiaan Mukota Kadin Cilegon itu yang menandatangai adalah ketua Kadin Cilegon. Maka, dewan pengurus Kadin Cilegon membalas secara resmi surat arahan dan rekomendasi dari Kadin Provinsi Banten dengan meminta pergantian nama sekretaris dari Tatang Tarmizi ke Syamsul Rizal. “Nama Syamsul Rizal dianggap lebih netral ketimbang Tatang, ini dibuktikan hari ini kubu H Salim berkonsolidasi dan saudara Tatang ikut hadir dalam acara tersebut,” ujarnya.

Saudara Tatang, lanjut Isbat, menuduh bahwa panitia mukota yang dipimpin Isbat tidak netral dan menjadi timses salah satu kubu. “Pernyataan dan tuduhan ini jelas tidak benar. Ini ibarat memukul air di dulang, terpercik ke muka sendiri,” papar Isbat.

Soal pemecatan Tatang dari sekretaris OC, menurut Isbat, istilah pemecatan itu ada jika Tatang Tarmizi sudah di SK-kan. Sementara nama Tatang Tarmizi hanya ada dalam surat arahan dan rekomendasi Kadin Banten bukan ada dalam SK.

“Kesalahan fatal dilakukan saudara Tatang Tarmizi ketika ber-statement di media, mungkin akibat beredarnya surat rekomendasi dari Kadin Provinsi. Lantas ketika ditanya beberapa awak media saudara Tatang memposisikan dirinya sebagai sekretaris OC, padahal SK belum dipegang,” tuturnya. (bam/ibm/ira)