Mulai 12 Februari, Tarif Tol Naik

0
793 views

SERANG – Mulai 12 Februari pukul 00.00 WIB, Tol Tangerang-Merak akan mengalami penyesuaian tarif. Untuk Golongan I hingga IV akan mengalami kenaikan, sementara Golongan V mengalami penurunan hingga 18 persen.

Sebelum penyesuaian tarif Tol Tangerang-Merak, ada enam ruas tol yang lebih dulu menyesuaikan tarif antara lain Tol Cawang-Tomang-Pluit, Tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol-Jembatan Tiga-Pluit, Tol Ujung Pandang tahap I, Tol Gempol-Pandaan tahap I, Tol Bali-Mandara, dan Tol Pondok Aren-Serpong.

Kepala Departemen Humas PT Marga Mandalasakti Rawiah Hijjah mengungkapkan, penyesuaian tarif berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 70/KPTS/M/2020 tanggal 4 Februari 2020 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Jalan Tol Ruas Tangerang-Merak. Penyesuaian tarif tol diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi.

“Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata inflasi ketiga daerah yang yang dilintasi ruas Cikupa-Merak, yaitu Tangerang, Serang, dan Cilegon sebesar 6,95 persen,” katanya.

Tarif tol terjauh untuk asal dan tujuan perjalanan ruas Tol Cikupa-Merak pada sistem transaksi tertutup mengalami penyesuaian, yaitu Golongan I menjadi Rp44.000, dari sebelumnya Rp41.000, Golongan II Rp69.000 dari Rp57.000, Golongan III Rp69.000 dari Rp67.500, Golongan IV menjadi Rp89.000 dari sebelumnya Rp88.500, sedangkan Golongan V mengalami penurunan menjadi Rp89.000 dari sebelumnya Rp107.000. Untuk golongan V mengalami penurunan sekira 18 persen.

Ada pun besaran tarif untuk asal dan tujuan perjalanan segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa pada sistem transaksi terbuka tidak berubah, tetap diberlakukan tarif untuk Golongan I Rp7.500, Golongan II Rp11.500, Golongan III Rp11.500, Golongan IV Rp15.000 dan Golongan V Rp15.000, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 874/KPTS/M/2019 tentang Penetapan Tarif dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Tangerang-Merak Segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa.

Ia menjelaskan, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan penyesuaian tarif dengan memperhatikan delapan indikator standar pelayanan minimal (SPM), yaitu kondisi tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan atau penyelamatan dan bantuan pelayanan, serta kebersihan lingkungan dan kelaikan tempat istirahat dan pelayanan atau rest area.

Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Krist Ade Sudiyono mengungkapkan, Astra Tol Tangerang-Merak senantiasa berupaya meningkatkan layanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan.  “BPJT telah memeriksa pemenuhan SPM di ruas tol kami dan dinyatakan SPM telah dipenuhi,” katanya.

Pada 2019, Astra Tol Tangerang-Merak juga melakukan peningkatan fasilitas dan layanan Tol Tangerang-Merak sepanjang 72,45 kilometer. Peningkatan layanan transaksi yang dilakukan memodifikasi gardu transaksi dengan gardu tol otomatis (GTO) interface dengan memanfaatkan gardu eksisting di sejumlah gerbang.

Ketua APTRINDO Banten Syaiful Bahri menyayangkan penyesuaian tarif Tol Tangerang-Merak karena pelayanan MMS belum sesuai harapan. Seharusnya tidak ada kenaikan tarif untuk Golongan III dan IV.  “Kenapa yang turun hanya Golongan V, apakah karena peminatnya sedikit. Harusnya Golongan III dan IV juga turun, bukan malah naik,” katanya.

Ia meminta, Astra Tol Tangerang-Merak lebih dahulu meningkatkan pelayanan bagi pengendara dibandingkan melakukan penyesuaian tarif. “Lebih baik tingkatkan pelayanan terutama di rest area karena banyak kehilangan seperti ban, dompet, dan lainnya. Selain itu, infrastruktur masih ada kekurangan,” katanya.

Yuni, warga Serang mengaku, tidak masalah tarif tol mengalami kenaikan, yang penting pengelola tol meningkatkan pelayanan. “Kalau bisa jalan tol yang bergelombang diperbaiki karena berbahaya,” katanya. (skn/alt/ira)