TANGERANG – Mulai Oktober 2017 mendatang seluruh pengguna jalan tol di Indonesia wajib memiliki kartu uang elektronik.  Bagi yang belum memiliki kartu tersebut maka tidak bisa masuk tol.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Banten Budiharto Setiawan saat sosialisasi penggunaan kartu uang elektronik di pintu tol Cikupa,  Kamis (17/8).

Budi menjelaskan,  sosialisasi ini dilakukan secara serentak di Indonesia,  khusus untuk tol Tangerang-Merak yang dikelola oleh Astra Infra Toll Road Tangerang Merak dilakukan di seluruh gerbang tol.

“Ini permintaan Pak Predisen melihat antrean di pintu tol ini menyebabkan ekonomi tidak efesien,  orang terbuang waktunya untuk antre,  yang menggunakan uang elektronik relatif lebih lancar,” ujar Budi kepada awak media.

Dikatakan Budi,  kebijakan wajib menggunakan uang elektronik dilakukan untuk efektivitas di bidang perekonomian.  Diharapkan,  dengan adanya program ini aktivitas perekonomian lebih lancar.  ” Kalau uang tunai kan, kadang lebih, belum lagi ngecek keaslian uangnya sehingga memakan banyak waktu,” kata Budi.

Dikatakan Budi,  hingga akhir September mendatang,  pihaknya bersama pengelola jalan tol dan bank milik negara melakukan sosialisasi.  Selain dengan cara menyebar flayer info grafis di tol,  sosialisasi pun dilakukan dengan pemberian diskon untuk pembelian kartu uang elektronik.

Dengan diterapkannya kartu uang elektronik,  lanjut Budi,  tidak membuat kartu tol sebelumnya seperti e-money,  e-toll,  blink,  tapcash, dan brizzi tetap berlaku.  Perbedaan kartu uang elektronik dan kartu-kartu tol tersebut adalah sifatnya yang menyeluruh.

“Kalau kartu yang sebelumnya dikeluarkan oleh masing-masing bank,” kata Budi.

Kepala Divisi Hukum dan Humas PT Astra Infra Toll Road Tangerang Merak Indah Permanasari menjelaskan, selama masa transisi, pihaknya menyiapkan petugas yang mensosialisasikan program tersebut.

Selama masa transisi tersebut,  pihaknya pun menyiapkan kartu uang elektronik bagi pengguna tol yang belum memiliki kartu tersebut.  “Jadi nanti yang belum punya,  saat masa transisi bisa beli di pintu tol. Kita pun menyiapkan pintu hybrid,” kata Indah.

Indah berharap,  pada Oktober mendatang seluruh pengguna tol sudah memiliki kartu tersebut sehingga program ini bisa berjalan dengan baik.

“Kami berharap sinergi BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) dan perbankan dalam program elektronifikasi ini terus berjalan.  Dengan gencarnya kegiatan sosialisasi dan edukasi pembayaran uang elektronik di jalan tol bisa menjadi dorongan bagi pengguna jalan tol untuk menggunakan uang elektronik,” paparnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)