Mumu-Lian Sasar Suara Joni dan Lukman

Ali Mujahidin

CILEGON – Ditolaknya gugatan pasangan Malim Hander Joni-Hawasi Sabrawi oleh Bawaslu Kota Cilegon membuat pasangan Ali Mujahidin-Firman Mutakin menjadi satu-satunya pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon dari jalur perseorangan. Pasangan yang akrab disapa Mumu-Lian Firman itu melenggang setelah mengantongi syarat dukungan sah sebanyak 39.262 dukungan.

Potensi pemilih yang sebelumnya mendukung Joni-Hawasi dan juga kandidat lain Lukman Harun-Nasir sangat besar. Lantaran itu, tim Mumu-Lian akan menyisir suara dukungan Joni-Hawasi dan juga Lukman-Harun.

Mumu mengatakan bahwa syarat dukungan masyarakat sebagai salah satu syarat agar bisa maju di pilkada bisa menjadi alasan bahwa gerbong kandidat perseorangan adalah gerbong masyarakat. Untuk itu, ia berharap suara yang sebelumnya mengalir pada kandidat perseorangan lain beralih kepadanya “Semangat perubahan, geloranya itu besar, ini harus dikawal dengan baik,” ujarnya.

Kendati menjadi satu-satunya kandidat dari jalur perseorangan tak membuat Mumu merasa gentar. Ia menganggap pada kontestasi pilkada persaingan bukan antara perseorangan dengan partai politik. Tetapi cara bagaimana meraih suara masyarakat. “Kan yang memilihnya juga bukan partai politik, tapi masyarakat,” ujarnya.

Saat rapat pleno rekapitulasi dukungan pasangan calon perseorangan tingkat kota, syarat dukungan yang memenuhi syarat yang dikantongi Joni-Hawasi sebanyak 7.037, sedangkan Lukman-Nasir 8.935. Dukungan yang berhasil dikumpulkan oleh kedua pasangan jalur perseorangan yang gagal maju itu  semakin besar saat keduanya melakukan perbaikan syarat dukungan.  Joni-Hawasi mengumpulkan 35.498 sedangkan Lukman-Nasir hanya 21.769.

Kata Mumu, kendati tidak 100 persen masyarakat yang telah melabuhkan dukungan kepada jalur perseorangan bakal menggunakan hak suaranya pada 9 Desember nanti, fakta saat proses pengumpulan syarat dukungan jalur perseorangan tidak boleh disepeleken. Malah itu  adalah potensi dalam mendorong kemenangan. “Itu realitas (besarnya dukungan kepada kandidat perseorangan), dan mudah-mudahan menjadi fakta saat pemungutan suara nanti,” ujar Mumu.

Pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon akan berlangsung mulai 4 hingga 6 September. Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengingatkan kepada semua kontestan untuk menyiapkan semua persyaratan. Ia juga mengimbau seluruh kandidat baik dari jalur partai politik maupun perseorangan untuk mengoptimalkan peran helpdesk KPU Kota Cilegon demi kelancaran saat proses pendaftaran nanti. “Perhatikan seluruh form-form yang wajib diserahkan, intinya semua persyaratan,” ujarnya.  (bam/alt)