Mundur Sebagai Walikota, Inilah Keinginan Terakhir Jaman

(Dari kiri) Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Ketua DPRD Kota Serang Namin, dan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Bambang Djanoko saat rapat paripurna yang salah satu agendanya pengumuman pengunduran diri Walikota dan Wakil Walikota Serang, di gedung DPRD Kota Serang, Senin (30/7).

SERANG –  Walikota Serang Tb Haerul Jaman sebelum mengakhiri masa jabatannya ingin meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Raya Kota Serang yang dibangun di lahan Alun-alun Barat Kota Serang. Masjid raya itu anggaran pembangunannya masuk pada tahun 2019.

“Pembangunan masjid itu baru direncanakan tahun depan lantaran beberapa waktu lalu banyak agenda besar yang dilaksanakan pemkot, antara lain pembangunan DPRD Kota Serang, penataan kawasan Banten Lama, dan pembangunan RSUD Kota Serang,” ujar Jaman, Senin (30/7).

Kata dia, dasar pembangunan masjid itu agar Kota Serang mempunyai sarana peribadatan yang lebih besar, bagus, dan tempatnya strategis. Selain itu, dengan rencana pembangunan basemen sebagai lahan parkir, ia berharap dapat mengurai kemacetan di sekitar Alun-alun Barat Kota Serang.

Jaman mengatakan, pihaknya masih menerima masukan dan saran dari semua elemen masyarakat terkait pembangunan masjid tersebut. “Mudah-mudahan dengan adanya support, terutama DPRD, maka masjid ini akan terbangun karena hampir di semua daerah masjid raya terdapat alun-alun,” tuturnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang M Ibra Gholibi mengatakan, pembangunannya menggunakan lahan Alun-alun Barat karena di sekitarnya terdapat tempat publik sehingga memerlukan sarana peribadatan dalam jarak yang dekat dan kapasitas yang banyak. Dari total lahan alun-alun seluas 1,2 hektare, diperkirakan masjid itu akan dibangun seluas dua ribu meter persegi. Perhitungan sementara, anggaran untuk pembangunan masjid tersebut mencapai Rp110 miliar. Namun, pembuatan detail engineering design (DED) masjid tersebut rencananya akan dilakukan di APBD Perubahan tahun ini. “Nanti baru ketahuan dari DED berapa anggaran yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ibra mengatakan, setelah adanya pembangunan masjid itu maka kegiatan pemerintahan yang selama ini dilakukan di Alun-alun Barat akan dialihkan ke bagian timur. “GOR dan lapangan tenis rencananya akan dipindah ke area Stadion Maulana Yusuf Ciceri,” tuturnya.

Sedangkan lahan eks GOR dan lapangan tenis seluas sepuluh ribu meter persegi itu akan dibangun pancaniti seperti kondisi Alun-alun Barat saat ini. Hal itu juga dilakukan agar alun-alun terkesan terbuka. “Dan, kesan RTH (ruang terbuka hijau-red) sangat terasa,” ujar Ibra.

Ketua DPRD Kota Serang Namin mengaku, mengapresiasi rencana pembangunan Masjid Raya Kota Serang tersebut. Diharapkan, masjid itu akan menjadi ikon Kota Serang. Dikatakan, dengan dibangunnya masjid tersebut diharapkan bisa mengurangi kegiatan-kegiatan atau perilaku negatif di sekitaran alun-alun. Masyarakat, terutama kaum muda, dapat mengurungkan niat untuk melakukan perilaku negatif dengan adanya masjid tersebut.

“Selain itu, tentu saja harapan untuk menjadikan Kota Serang madani dapat terwujud,” ujarnya.

Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, pembangunan Masjid Raya Kota Serang sangat urgen bagi kebutuhan dakwah dan dinamika keislaman di Kota Serang. “Kebutuhan dakwah dan dinamika umat Islam Kota Serang sebagai beranda Provinsi Banten sangat dibutuhkan, sebagaimana diketahui di kota kabupaten se-Pulau Jawa, di situ ada pusat pemerintahan dilengkapi alun-alun dan masjid agung sebagai simbol keberislaman masyarakat setempat,” ujarnya. (Rostinah/RBG)