Musisi Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

0
1723
Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJAMSOSTEK Irvansyah Utoh Banja menyerahkan santunan di sela-sela konser musik virtual yang digelar Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional, 9 Maret 2021.

JAKARTA – Arry Syaff yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit lambung, ahli warisnya mendapatkan santunan sebesar Rp93 juta dan bantuan beasiswa. Musisi yang memiliki nama lengkap Arry Syafriadi merupakan vokalis grup band Cockpit yang terdaftar pada BPJAMSOSTEK sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU) sejak 2020.

Selain itu menurut data yang dimiliki BPJAMSOSTEK, Arry juga masih aktif terdaftar sebagai peserta Penerima Upah (PU) sejak tahun 2015.

Santunan yang diterima ahli waris terdiri atas Jaminan Kematian (JKM) dari dua kepesertaan Rp74 juta, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp19 juta, dan manfaat Jaminan Pesiun (JP) yang akan diberikan secara berkala setiap bulannya. BPJAMSOSTEK juga memberikan bantuan beasiswa kepada dua orang anak almarhum hingga lulus perguruan tinggi senilai maksimal Rp174 juta.

Santunan diserahkan oleh Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJAMSOSTEK Irvansyah Utoh Banja di sela-sela konser musik virtual yang digelar Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret 2021.

“BPJAMSOSTEK hadir sebagai bentuk perlindungan bagi seluruh pekerja dan keluarganya. Musibah yang dialami oleh almarhum merupakan bukti bahwa seluruh pekerjaan pasti memiliki risiko dan oleh karena itu perlindungan jaminan sosial merupakan hal yang wajib dimiliki oleh seluruh pekerja apapun profesinya,” kata Utoh.

Dia berharap tidak hanya musisi, namun seluruh pekerja seni di Indonesia sadar akan pentingnya jaminan sosial. Karena dengan terdaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK kita dapat bekerja dengan tenang dan memiliki hari tua yang sejahtera,” jelas Utoh.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum FESMI Candra Darusman menyatakan bahwa pada tahun ini dalam rangka peringatan Hari Musik Nasional, FESMI ingin fokus untuk memajukan musik tradisional dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap para musisi yang terdampak pandemi Covid-19 dengan menggalang donasi pada acara tersebut.

“Sudah menjadi tekad dan program FESMI untuk menyukseskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para musisi,” kata Candra.

Chandra menambahkan, sebagai upaya memajukan industri musik Indonesia FESMI melibatkan BPJAMSOSTEK dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi profesi musisi di Indonesia. Bagi musisi yang terdaftar sebagai anggota FESMI secara otomatis akan didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Saat ini anggota FESMI telah memiliki perlindungan tiga program jaminan sosial yaitu JKK, JKM dan JHT.

Secara terpisah, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Kabupaten Tangerang Maulana Zulfikar menyampaikan bahwa BPJAMSOSTEK melindungi setiap pekerja dalam sektor industri apapun, baik formal maupun informal, termasuk industri seni.

“Betapa pentingya seluruh pekerja memiliki program jaminan sosial ketenagakerjaan. Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada pekerja atas segala risiko yang datang tak terduga. Antara lain kecelakaan kerja, masa tua, hingga kematian,” kara Maulana.

Dengan mengikuti program jaminan sosial ketengakerjaan, lanjut dia, maka risiko-risiko tersebut sudah ditanggung oleh negara melalui program-program BPJS Ketenagakerjaan. Ada Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun. (aas)