Musyawarah Ojol Dibubarkan Polisi

0
594 views
Salah satu perwakilan ojol (kiri) saat berbincang dengan Kapolsek Ciruas Kompol Sukirno (kanan) di Mapolsek Ciruas, Sabtu (6/6).

SERANG – Belasan ojek online (ojol) yang tengah bermusyawarah untuk mendirikan serikat dibubarkan polisi, Sabtu (6/6). Musyawarah yang digelar di sebuah ruko di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, itu dilaksanakan saat pandemi Covid-19.

“Dalam patroli yang kita lakukan, kami menemukan kerumunan pengemudi ojol yang sedang bermusyawarah mendirikan organisasi serikat ojek online,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Serang Komisaris Polisi (Kompol) Feby Harianto, Minggu (7/6).

Seorang perwakilan ojol dibawa ke Mapolsek Ciruas untuk diberikan pembinaan. “Kita berikan arahan bahwa kepolisian tidak memberikan izin berkumpul di masa pandemi, terlebih dilakukan malam hari,” kata Feby.

Usai membubarkan musyawarah ojol, operasi cipta kondisi (Cipkon) ini menyasar Kawasan Modern Cikande yang kerap dijadikan aksi balapan liar. “Kita menyisir kawasan modern untuk lakukan antisipasi adanya balap liar di daerah tersebut, dan alhamdulillah situasi aman terkendali, balap liar di daerah tersebut tidak ditemukan atau nihil,” ucap Feby.

Selain itu, polisi menertibkan penjual minuman keras (miras). Puluhan botol miras diamankan dari sebuah toko di Desa Blokang, Kecamatan Cikande. Miras tersebut dibawa ke Mapolres Serang. “Barang bukti miras yang disita dalam kegiatan Cipkon tersebut diantaranya 6 botol anggur kolesom, 29 botol anggur merah, 17 botol anggur merah gold, 2 botol anggur putih, 7 botol bir Singaraja,” kata Feby.

Kata Feby, operasi Cipkon ini dilaksanakan jelang penerapan new normal. “New normal utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan yaitu seperti jaga jarak, penggunaan masker, membatasi pengunjung di fasilitas umum serta menyiapkan fasilitas cuci tangan,” tutur Feby. (mg05/nda)