Nama Anak Badak Jawa Itu, Sama Seperti Nama Bupati Pandeglang

0
807
Ilustrasi/Inet

PANDEGLANG – Berdasarkan hasil monitoring dengan merekam video klip trap Badak Jawa, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengidentifikasi empat anak satwa langka yang diduga lahir 2016 lalu.

Empat anak Badak Jawa itu terdiri dari dua individu jantan dan dua individu betina yang secara resmi diberi nama oleh TNUK disaksikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE) Winarto pada peringatan Hari Badak Sedunia, di Cilintang, Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat (22/9).

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon U Mamat Rahmat mengatakan, nama-nama yang disematkan pada anak Badak Jawa memiliki berbagai macam arti.

Dijelaskan Mamat, badak jantan bernama Prabu, induk dari Sinta. Sebutan tersebut untuk raja, baginda, dapat pula berarti raja yang kuat.

“Manggala, induk Ratna, diambil dari tokoh kerajaan atau kesultanan Banten ‘Raden Manggala’ putra ke-3 Sultan Muhamad ‘Arief Zaenul Asyikin, sekaligus nama gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” paparnya, Jumat (22/9).

Anak badak betina, kata dia, bernama Irna, induk dari Ambu. Diambil dari nama Bupati Pandeglang Irna Narulita sebagai ‘Ibu Badak Jawa’. “Karena badak ini cantik, oleh karena itu diberi nama Irna sesuai permintaan Bupati Pandeglang,” sebutnya.

Lantas nama Mayang, kata dia, induk Puspa, diambil dari nama tokoh Pajajaran “Nyai Kentring Manik Mayangsunda” yang merupakan istri dari Prabu Siliwangi. Selain itu, lanjutnya, nama itu salah satu sebutan sungai yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon yakni Sungai Cimayang. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)