Napi Cilegon Kendalikan 1,1 Ton Sabu

0
2156
Kepala Lapas Cilegon Erry Taruna memberikan keterangan kepada wartawan terkait napi yang mengendalikan narkoba dari balik jeruji Lapas Cilegon, Senin (14/6).

CILEGON-CSN dan UCN disebut sebagai otak penyelundupan sabu-sabu seberat 1,1 ton di lokasi berbeda. Dua warga negara (WN) Nigeria yang tengah mendekam di Lapas Klas IIA Cilegon itu pun diangkut menuju Polda Metro Jaya. 

Selain CSN dan UCN, peredaran sabu itu melibatkan warga binaan lain berinisial DD. Total ada tiga narapidana (napi) dari Lapas Cilegon yang mengendalikan peredaran sabu-sabu itu dari balik jeruji besi.

“Tiga warga binaan ini pindahan dari Lapas Tangerang, menetap di sini kurang lebih satu tahun,” kata Kalapas Cilegon Erry Taruna, Senin (14/6).

Sel tiga warga binaan tersebut telah digeledah. Petugas Lapas Cilegon menemukan tiga unit ponsel dan 18 paket sabu ukuran kecil. Ponsel itu diduga digunakan untuk mengendalikan jaringannya di luar penjara.

“Kok bisa hp masuk?, padahal kami setiap dua sampai tiga hari operasi. Yang jelas kami akan mendalami hal itu, siapa yang memasukkan barang itu. Kalau memang ada indikasi petugas yang salah, akan kita tindak, yang jelas kita tidak membiarkan hal itu,” ungkapnya.

Diketahui, Tim Satgas Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat secara berturut-turut pada akhir Mei hingga Juni menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 1,129 ton dari empat lokasi berbeda. Jaringan peredaran narkoba asal Timur Tengah dan Afrika itu ternyata dikendalikan oleh warga binaan Lapas Cilegon (bam/nda)