Nekat Aborsi, Perempuan Muda Ini Berurusan dengan Polisi

DIRAWAT: Dini Kristanti menjalani perawatan medis beberapa waktu lalu. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aborsi.

RASA malu memiliki anak di luar nikah, mengantarkan Dini Kristanti, 20, berurusan dengan penegak hukum. Perempuan muda itu nekat menggugurkan kandungannya, akibatnya menjadi  tersangka di Polres Probolinggo.

Perempuan yang akrab dipanggil Tanti itu, ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), beberapa hari lalu. Namun, sejauh ini Tanti tidak ditahan.

Warga Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, itu hanya dikenai wajib lapor dua kali seminggu. “Untuk sementara kami hanya tetapkan wajib lapor. Sambil menunggu kondisi tersangka Tanti itu benar-benar membaik dan tidak shock,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasat Reskrim AKP Hariyanto Rantesalu, Sabtu (23/4), dilansir JawaPos.com.

Menurutnya, Tanti ditetapkan tersangka karena dianggap melakukan aborsi ilegal. Serta, menyuruh tersangka Agus membuang janin hasil aborsinya. “Sudah kami periksa, Tanti ibu janin itu sudah kami tetapkan tersangka,” ujar polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. Hariyanto mengatakan, pihaknya akan memproses hukum yang sama terhadap tersangka Agus.

Kini, tersangka dijerat dengan pasal 194 juncto pasal 75 ayat (1) Undang- Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal selama 10 tahun penjara. “Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Tersangka menggugurkan kandungannya sendirian di kamar,” ujarnya.

Soal pengembangan kasus aborsi ilegal ini, Hariyanto mengatakan, tersangka mengaku menggunakan pil obat penggugur kandungan yang dibeli via online. Karenanya, pihaknya kesulitan untuk mengungkap penyedia atau penjual pil penggugur kandungan itu. “Setelah kami selidiki, ternyata obat penggugur kandungan itu dibeli via online. Pengakuan tersangka, informasi jenis obat penggugur kandungan itu diperoleh dari seorang dokter di Kota Probolinggo. Tapi, tidak ada bukti untuk menyelidiki ke dokter tersebut,” jelasnya.

Pengungkapan kasus itu bermula pada Senin (17/4) malam lalu. Kejadiannya sebenarnya kebetulan. Saat itu, tim gabungan Polres Probolinggo dan Polsek Leces menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Raya Leces, depan Mapolsek Leces. Salah satu yang diperiksa ada Agus Muhammad Sukron, 19, warga Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.

Petugas curiga melihat bungkusan kresek hitam yang dibawa Agus. Setelah diperiksa, ternyata plastik itu berisi janin yang diperkirakan berusia 4 bulan. Sehingga, polisi mengamankan dan memeriksa Agus. Hasilnya, Agus mengaku ibu dari janin itu kekasihnya, Dini Kristanti. Agus juga langsung digiring ke Mapolres Probolinggo dan ditetapkan sebagai tersangka. (mas/rud/JPG)