Nekat Kendarai Sepeda Motor, Bocah SD di Carenang Tewas

Kecelakaan
Ilustrasi

CARENANG – Muhammad Ibnu Syabil menjadi korban kecelakaan lalu lintas pada Minggu (6/11). Sebelumnya, siswa Kelas VI SDN Teras 1, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, itu mengendarai sepeda motor milik orangtuanya dan menabrak sebuah mobil yang diparkir di pinggir Jalan Carenang-Warungselikur. Peringatan bagi para orangtua.

Ketika kecelakaan terjadi, bocah SD asal Kampung Pasirlaban, Desa Teras, Kecamatan Carenang, itu memboncengkan dua teman sebayanya. Nasib kedua bocah yang membonceng Muhammad Ibnu Syabil itu lebih baik, meskipun mengalami beberapa luka.

Menurut Ade As Munandar, Kepala Urusan Umum Pemerintah Desa Teras, sepeda motor yang dikendarai Muhammad Ibnu Syabil berjenis matic. Ketiga bocah SD itu hendak bermain PlayStation (PS) di Kampung Laes, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Nahas, sebelum mencapai tempat rental PS, ketiga bocah SD itu menabrak mobil di pinggir jalan. Ade As Munandar menyatakan bahwa Muhammad Ibnu Syabil mengendarai sepeda motor dengan kencang dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya.

“Dua temannya tidak apa-apa. Sebelum menabrak mobil, mereka sudah loncat duluan. Kalau yang mengendarai motor (Muhammad Ibnu Syabil-red), giginya rontok semua dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang,” jelas Ade As Munandar, Senin (14/11).

Dia sangat menyayangkan kasus kecelakaan ini dialami oleh bocah SD. Terlebih, Pemerintah Desa Teras sudah sering mengingatkan dan mengimbau para orangtua agar tidak mengizinkan anaknya yang belum dewasa untuk mengendarai kendaraan.

“Kita semua pasti sudah tahu, orang yang sudah memiliki KTP saja, jika belum punya SIM kan pelanggaraan, apalagi seusia anak SD yang belum tahu apa-apa dikasih motor. Ya, akan begitu akibatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kelas VI SDN Teras 1 Sugi mengaku sangat kaget atas kejadian yang dialami oleh siswanya itu. “Padahal, dia (Muhammad Ibnu Syabil-red) anak yang pintar dan tidak nakal kalau kelas. Sebagai wali kelasnya, saya sangat kehilangan,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Sugi, pihak sekolah akan menekankan para orangtua siswa untuk tidak memanjakan anak-anaknya dengan memberikan fasilitas kendaraan. “Usia anak sekolah itu tidak stabil, mereka sedang mencari jati diri. Dengan kejadian itu, sebagai orangtua, harus introspeksi diri,” imbau Sugi.

Kapolsek Carenang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Supriadi membenarkan kasus kecelakaan yang dialami tiga bocah SD itu. Dia berharap, kasus tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para orangtua pemilik kendaraan.

“Korban memang warga Kampung Pasir Laban, tapi TKP (tempat kejadian perkara)-nya bukan di wilayah hukum Polsek Carenang,” katanya. (Sogir/Radar Banten)