Nekat Masuk Tol, Pemotor Luka Berat

0
355 views
Pepen Apendi (40) pengendara motor yang masuk jalan tol saat berada di Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang, Rabu (4/11)

SERANG – Pepen Apendi (40), ditemukan terkapar di Jalan Tol Tangerang-Merak, KM 76, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu (4/11). Pemotor asal Lampung itu mengalami kecelakaan lantaran nekat melalui jalan tol.

Informasi yang diperoleh Radar Banten, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, Pepen masuk tol melalui gerbang tol Merak. Tanpa disadari petugas, Pepen terus memacu motornya menggunakan jalan tol. Saat di lokasi kejadian, diduga Pepen yang mengendarai motor matic itu bersenggolan dengan mobil dan terjatuh.

Pepen terluka parah. Insiden itu dilaporkan pengendara lain yang melintas kepada petugas. Aparat kepolisian dan petugas medis Marga Mandala Sakti (MMS) segera mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi Pepen.

Kasi Laka Ditlantas Komisaris Polisi (Kompol) Polda Banten Dodid Prastowo mengatakan, Pepen dapat mengendarai motornya melalui tol lantaran petugas jaga di pintu tol Merak tak melihatnya.  “Ada rekamanan kamera CCTV-nya masuk dari gate intrancce (gerbang masuk-red) Merak,” kata Dodid, Kamis (5/11).

Dodid mengaku belum mengetahui alasan Pepen masuk jalan tol. Sebab, Pepen tidak memberikan keterangan yang jelas. “Korban ini enggak ingat (masuk jalan tol-red) karena linglung,” kata Dodid.

Pepen kini masih dirawat RS Sari Asih Kota Serang lantaran luka berat di kepala. “Korban sudah di rumah sakit, dia (korban-red) mengalami luka berat karena kecelakaan tersebut,” kata Dodid.

Dodid mengatakan, sepeda motor dan pejalan kaki dilarang memasuki jalan tol. Hal tersebut telah diatur dalam Undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan. “Dalam Pasal 63 ayat 6 dijelaskan bahwa setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang dengan sengaja memasuki jalan tol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 14 hari. Atau denda paling banyak Rp3 juta,” tutur Dodid.

Sementara terkait insiden itu, PT MMS belum dapat dimintai keterangan. Manajer Humas PT MMS Icha belum dapat dimintai keterangan. “Saya lagi ada rapat mas, nanti ya,” kata Icha tadi malam. (mg05/nda)